
Banjarnegara, derapguru.com-Jika kawasan persawahan Sindu, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara dahulu viral karena saat musim penghujan tiba mengalami banjir sehingga bak lautan di tengah pegunungan, maka di musim kemarau seperti ini, kawasan itu tetap menjadi primadona sebagai tempat wisata. Terlebih ketika hari Minggu tiba, seperti Minggu 2 Agustus 2026, Car Free Day (CFD) dadakan menjadikan jalan selebar 3 meter itu penuh dengan manusia yang melakukan jalan sehat, joging atau sekadar menikmati jajanan dan memandang persawahan.
Sayangnya CFD tersebut belum terkelola dengan baik sehingga masih banyak kendaraan roda 2 dan 4 yang bersliweran dari dan menuju Desa Bedana, sehingga keamanan dan kenyamanan pejalan kaki berkurang.

Aneka jajanan tersedia sepanjang perempatan SMPN 1 Kalibening hingga jembatan kali Brukah Sindu. Mulai dari camilan ringan hingga makan berat. Aneka makanan tradisional pun jamak ditemui seperti pecel, urap hingga sayuran tomat. Termasuk kopi dengan varian rasa juga tersedia di sana.
Tak hanya itu, juga terdapat jasa naik kuda dengan tarif yang sangat murah, yaitu 10 ribu untuk sendiri dan 15 ribu untuk boncengan.
Salah satu penjual Ketoprak bahkan mengaku mangkal tidak hanya di hari libur atau Minggu, namun setiap hari mangkal di tempat itu. Hal itu wajar mengingat lokasinya yang ada di tengah persawahan menjadikan saat pagi hari indah memandang sunrise dan sore hari indah memandang sunset.
Salah satu waga desa Karanganyar Kidi Hadi Sulilo yang datang bersama istri dan cucunya mengaku lokasi wisata itu sangat murah meriah.
“Kita cuma bayar parkir di perempatan, dua ribu rupiah. Kebetulan juga hari ini kita ikut senam menyambut Musyawarah Cabang Muhammadiyah Kalibening yang ke 2. Kita bisa jalan sehat menghirup udara pagi, sambil momong cucu. Aneka makanan juga banyak pilihannya, bisa jadi tempat yang nyaman dan sehat untuk nyuapin cucu sarapan,” ujar Kidi.

Andai dikelola dengan baik, sebenarnya potensi wisata ini sangat bagus untuk pengembangan UMKM di Kalibening khususnya. Terlebih Kalibening dikenal memiliki potensi UMKM yang sudah memiliki nama seperti komoditas kopi, wajik kletik dan lain-lain. Selain butuh sinergi dengan petugas keamanan untuk pengalihan jalan alternatif yang sangat tersedia agar pengunjung CFD nyaman, juga butuh sinergi dengan petugas pengelola sampah agar jangan sampai Sindu yang indah justru rusak karena sampah! (H.Pur)



