
SEMARANG, derapguru.com — Suasana Wisuda ke-83 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang semula serius berubah menjadi suasana yang mengharu-biru. Banyak wisudawan menitikkan air mata ketika Rektor UPGRIS, Dr Hj Sri Suciati MHum, menyisipkan story telling tentang kisah “ATM Bernama Ibu”.
“Kalian memiliki ATM tanpa kartu, namanya Ibu. PIN-nya air mata. Geseknya pakai kalimat ‘Bu minta uang‘. Langsung cair, walau saldo menipis. Nggak ada biaya admin. Hanya ada kalimat ‘Hati-hati ya, Nak,” urai Sri Suciati.
Jika mesin ATM lain rusak bila digedor, lanjut Sri Suciati, ATM yang satu ini rusak kalau kamu nggak pulang atau telpon nggak diangkat. ATM yang satu ini struk-nya nggak pernah keluar. Tapi catatannya ada di sudut tahajud. Kalian narik terus tapi nggak pernah setor balik. Kita narik rasa sayang dari ibu sejak lahir. Bunganya nol persen. Dendanya, penyesalan pas ia sudah tidak ada.
“Nah, mumpung orang tua masih mendampingimu, hari ini jangan lupa setor balik ke ATM Orang Tua ya. Setornya tidak selalu pakai uang. Cukup peluk ibu dan ayah kalian setelah wisuda ini selesai,” urai Sri Suciati.
Dalam agenda wisuda tersebut, Sri Suciati mengucapkan terima kasih pada segenap orang tua wali yang telah mempercayakan putera-puterinya untuk dididik di Kampus UPGRIS. Sri Suciati juga menyampaikan berbagai macam prestasi dan lebih dari separuh program studi yang sekarang terakreditasi unggul.

Wakil Rektor I UPGRIS, Dr Muniroh Munawar MSi, menyebutkan dalam prosesi wisuda ke-83 ini, ada 703 lulusan yang dilepas. Dari 703 lulusan tersebut, 160 lulusan berasal dari Program Pascasarjana, 194 lulusan dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), 80 lulusan dari Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial dan Keolahragaan (FPIPSKR).
Selain itu, lanjut Muniroh Munawir, 37 lulusan dari Fakultas Pendidikan Matematika IPA dan Teknologi Informasi (FPMIPATI), 39 lulusan dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS), 85 Lulusan dari Fakultas Teknik dan Informatika (FTI), 45 Lulusan dari Fakultas Hukum, dan 63 Lulusan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
“Atas nama Universitas PGRI Semarang, kami menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan, orang tua, dan keluarga. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhoi segala upaya baik kita,” tutur Muniroh Munawir.

Pembina UPGRIS, Dr H Muhdi SH MHum, dalam sambutannya menyampaikan bahwa UPGRIS sudah menjadi universitas unggul, berkualitas, dan kompetitif dengan kampus unggul lainnya. Di kalangan kampus-kampus PGRI, UPGRIS sudah menjadi kampus PGRI terbaik se-Indonesia.
“Termasuk di kalangan perguruan tinggi swasta kita juga sangat kompetitif. Bahkan di kalangan perguruan tinggi negeri, kita sudah bisa bersanding bersama mereka, bahkan juga melampaui mereka,” ungkap Muhdi.
Untuk pencapaian yang luar biasa, Muhdi memberikan apresiasi tersendiri untuk rektor, wakil rektor, dan seluruh jajarannya. Dia mengucapkan terima kasih atas peran dan dedikasi mereka dalam membesarkan kampus UPGRIS. (za)




