
KAJEN, derapguru.com — Meskipun hujan mulai turun, tapi sumur masih dalam kondisi kering. Oleh karena itu, pada saat awal-awal musim penghujan seperti inilah yang biasanya menjadi titik paling kritis, karena sumur masih kosong tapi bantuan air bersih sudah tidak lagi berdatangan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua V PGRI Jawa Tengah, Dr H Mualip MM, di sela kegiatan pengiriman Bantuan Air Bersih PGRI Jawa Tengah di Kabupaten Pekalongan, Sabtu 31 Oktober 2026.


“Hujannya mulai turun, tapi sumur masih kering. Biasanya begitu pada awal-awal musim penghujan,” ungkap Mualip disahut anggukan warga yang hadir.
Mualip menambahkan, dirinya sudah keliling ke semua kebupaten di seluruh Jawa Tengah, hampir semua kabupaten mengalami kekurangan air bersih. Ini bisa terjadi karena pada tahun ini Indonesia termasuk wilayah yang terkena dampak dari siklon tropis.


“Kami kirim ke 64 tangki sesuai dengan permintaan dari PGRI Pekalongan. Harapan kami wilayah ini tidak mengajukan lagi, bukan karena kami tidak mau lagi memberi, tapi tidak mengajukan lagi karena sudah terpenuhi,” tutur Mualip.
Dalam kesempatan tersebut Mualip juga menyampaikan salam dari Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr H Muhdi SH MHum, yang berhalangan hadir karena sedang menjalankan ibadah umrah. Beliau menyampaikan salam untuk semua yang hadir.


Wakil Ketua II PGRI Pekalongan, Paryadi SPd MA, menyampaikan terima kasih atas perhatian PGRI Jawa Tengah yang telah mengirimkan bantuan air bersih di wilayahnya. Bantuan ini akan sangat berarti untuk beberapa wilayah Kabupaten Pekalongan yang memang masih kekurangan air bersih.
“Menurut data BPBD, Kabupaten Pekalongan ada 38 desa yang mengalami kekeringan. Tapi waktu kami data dan ajukan baru 32 wilayah yang terkena bencana kekeringan sehingga PGRI Jawa Tengah mengirimkan 32 tangki dikalikan 2, sehingga kita memperoleh 64 tangki,” ungkap Paryadi.

Kepala Desa Sambiroto Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan, Karloko SPd, mengatakan bahwa sudah sejak tiga bulan lalu wilayah ini kekurangan air bersih. Dari 13 RT, ada 11 RT yang kekurangan air. Mereka mengandalkan bantuan-bantuan yang datang dari berbagai instansi dan lembaga masyarakat.
“Biasanya kami memang kekeringan. Tapi tahun ini memang paling parah. Alhamdulillah, matur nuwun sanget,” tandas Karloko.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kabiro Organisasi dan Kaderisasi PGRI Jawa Tengah Dr H Maryanto MSi, Kabiro Pembinaan Mental Kerohanian dan Karakter Bangsa PGRI Jawa Tengah Sunan Baedowi SHI MHI, Sekretaris I PGRI Kabupaten Pekalongan Rohmat Kurniadi, Wakil Bendahara I PGRI Kabupaten Pekalongan Dirwanto SPd MPd, Pengurus Harian dan Pleno PGRI Kabupaten Pekalongan, dam Pengurus PGRI Cabang Kajen Pekalongan. (za)



