
Kebumen, derapguru.com-Meski diapit dua bendungan besar dan dialiri sungai Luk Ulo, Kebumen tetap mengalami kekurangan air bersih. Sebagai putera asli Kebumen Dr Muhdi, S.H., M.Hum. mengaku cukup heran dengan kondisi tersebut.
“Kebumen diapit oleh dua bendungan besar Wadaslintang dan Sempor, serta aliran sungai Luk Ulo tetapi ada daerah seperti Karangsambung ini yang mengalami kekeringan,”ujar Dr. Muhdi.“Meski tidak terlalu parah seperti daerah lain di Jawa Tengah. PGRI setiap tahun selalu memberikan bantuan bagi anggota yang terkena musibah sesuai urgensi,”tambahnya.

“Di masa kemarau panjang ini bantuan air adalah prioritas. Sedekah air adalah sedekah yang terbaik,”lanjutnya. “Mudah-mudahan masyarakat sedikit terbantu dan mari kita bersama-sama berdoa agar hujan segera turun,”pungkas Dr. Muhdi yang hadir bersama Sekretaris Umum Drs. H. Aris Munandar, M.Pd., Bendahara Drs. H. Wahadi, M.H. serta Ketua Biro Organisasi dan Kaderisasi, Dr. H. Maryanto, M.Si di desa Widoro, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Ahad (18/10).
Pihaknya juga berharap agar PGRI Kebumen terus bersama masyarakat, dan semakin harmonis dengan pemerintah daerah.

Ketua PGRI Kebumen Dr. Agus Sunaryo, M.Pd. mengucapkan terima kasih dan menjelaskan bahwa Desa Widoro ini mewakili titik bantuan air bersih di Kabupaten Kebumen.“Ada enam cabang yang membutuhkan bantuan air bersih yakni Padurekso, Karanggayam, Rowokele, Sempor, Karangsambung, dan Poncowarno,”jelas Agus.

“Bantuan PGRI merupakan wujud yel Hidup Guru, Hidup PGRI Solidaritas yes. Solidaritas yes tidak hanya internal tapi juga eksternal untuk warga masyarakat,”ujar Agus.
Sementara itu Camat Karangsambung, Siti Nuriyatun Fauziah, S.Ag, M.Si menyampaikan bahwa bantuan air bersih ini sebagai wujud nyata solidaritas dan ketahanan masyarakat.“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Ketua PGRI Jawa Tengah Dr. Muhdi yang hadir secara pribadi di sela kesibukan beliau sebagai anggota DPD RI,”ujar Siti.

“Kebumen wilayah Utara sejumlah 14 desa mulai Agustus sampai September mengalami kekeringan, sehingga ada idom september.. sat sat e sumber,”kelakar Siti.
Siti juga menjelaskan meski dialiri sungai Luk Ulo tetapi airnya tidak layak konsumsi.
“Air bersih siap konsumsi sangat diperlukan oleh warga kami, kebutuhan air semakin meningkat dan normalnya setiap jiwa butuh paling tidak 7 ltr air per hari,”jelas Siti yang juga Ketua PMI Karangsambun. Selain PGRI pihaknya juga bekerjasama dengan BPBD, Koramil, Polsek, PMI bergerak untuk warga desa yang membutuhkan. Di Karangsambung juga ada desa elok yang indah Geopark Karangsambung yang Diakui sebagai UNESCO Global Geopark,”pungkas Siti. (yud)




