
Demak, derapguru.com-Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi SH MHum adalah tokoh pejuang guru yang luar biasa. Dulu saat diminta untuk maju sebagai calon anggota DPD RI, beliau tidak bersedia, setelah tiga kali para pengurus PGRI merayu dan mendorong beliau baru bersedia.

“Pak Muhdi dulu saat diminta maju sebagai calon anggota DPD RI tidak langsung bersedia, baru setelah ketiga kalinya para pengurus PGRI merayu dan mendorong beliau baru berkenan maju sebagai calon”, ujar Ketua PGRI Kabupaten Demak, Sapon MPd saat menerima bantuan air bersih dari PGRI Jateng di Balai Desa desa Ngaluran, Kec. Karanganyar, Kab. Demak, Jumat, 8 Oktober 2026.

Setelah maju dan mendapat dukungan seluruh anggota dan masyarakat Jateng, Alhamdulillah, Tuhan memberikan jalan sehingga kemudian jadi anggota DPD RI. “Dan setelah jadi anggota DPD RI. Perhatian dan perjuangan pak Muhdi untuk guru luar biasa”, tegas Sapon.
Perjuangan Dr Muhdi untuk guru, contohnya guru honorer jadi P3K dan P3K paruh waktu, dan kini terus berjuang agar P3K bisa jadi PNS, yang P3K paruh waktu jadi penuh waktu juga diperjuangkan agar perubahan tanpa tes.
Terkait bantuan air bersih dijelaskan, beberapa waktu sebelumnya Sapon mengajukan permohonan bantuan 50 tangki air bersih, untuk masyarakat di kabupaten Demak yang mengalami kesulitan air bersih. “Alhamdulillah permohonan kami 50 tangki air bersih dipenuhi semua. Khusus Desa Ngaluran semula 13 truk tanki, ditambah bantuan 7 tangki dari pribadi pak Muhdi”, tambah Sapon.

Sebelumnya, Kepala desa Ngaluran, Kecamatan. Karanganyar, Kab. Demak H Rumawi, menyampaikan terima kasih kepada Dr Muhdi, Ketua PGRI Jateng dan Sapon MPd stas bantuan yang diberikan untuk masyarakat di wilayahnya.

H Rumawi juga menyampaikan terima kasih kepada para guru dan pengurus PGRI yang turut hadir dalam acara tersebut. “Semoga bantuan bapak ibu semua menjadi berkah dan manfaat untuk kita semua”, ujar kepala desa.
Masih Didiskusikan
Pada kesempatan tersebut, Dr Muhdi menyampaikan Tahun 2027, semoga semua guru-guru P3K sudah bisa jadi PNS, “tentang perubahan itu apakah dengan tes atau tidak masih didiskusikan”, ujar Dr Muhdi.

Ditambahkan, terkait beban anggaran daerah. Dikatakan juga akan berkurang karena gaji mereka akan ditanggung pemerintah pusat.
Diinfokan juga, mulai tahun 2027 pemerintah akan angkat 950 ribu guru berstatus PNS.

Terkait bantuan air bersih, Dr Muhdi mengaku, pihaknya sudah kucurkan bantuan air bersih ribuan tangki di berbagai daerah.
Bantuan ini bukan sekedar bantuan uang untuk air bersih. “Semoga semua ini jadi berkah dan juga segera mendatangkan turunnya hujan, sehingga tidak ada lagi yang kesulitan air bersih”, tegas Muhdi.
Turut hadir dalam kegiatan ini dari PGRI Jawa Tengah. Drs H Wahadi, Dr Maryanto, dan H Imron Rosyadi SH, MPd. (pur)




