
SEMARANG, derapguru.com — Gap pendidikan di Indonesia dengan pendidikan di negara-negara maju sudah sangat jauh. Untuk bisa mengimbangi sudah tidak cukup dengan mengejar ketertinggalan, melainkan harus dengan melakukan akselerasi.
Uraian tersebut disampaikan CEO Parallaxnet, Mazhar Durrani, saat memperkenalkan materi tentang platform parallaxnet untuk Innovative Learning Platform dalam “Workshop Transformasi Persekolahan PGRI Tahun 2026” di UPGRIS Kampus Sriwijaya, Rabu 16 September 2026.
“Kita sudah terlambat jauh. Kalau hanya mengejar sudah imposible. Yang bisa kita lakukan adalah mengakselerasi pendidikan kita dengan pendidikan di negara maju,” ungkapnya.

Untuk bisa mengakselerasi, lanjut Mazhar Durrani, dibutuhkan sebuah perangkat percepatan yang bisa mendorong pendidikan lebih cepat bergerak maju. Salah satunya adalah dengan menggunakan perangkat microleraning yang banyak menggunakan pembelajaran berbasis video.
“Banyak yang sudah menggunakan microlearning untuk bisa berakselerasi dengan pendidikan di negara maju,” ungkapnya.

Parallaxnet sendiri merupakan platform pembelajaran online global dan penyedia solusi digital yang berfokus pada bidang Teknologi Informasi (TI) serta pengembangan keterampilan digital. Platform ini bergerak pada empat bidang program.
“Pertama, Pembelajaran TI Praktis. Program ini menyediakan kursus dan pelatihan praktis mencakup pemrograman, cloud computing (komputasi awan), keamanan siber (cybersecurity), dan pengembangan perangkat lunak,” ungkapnya.
Kedua, lanjut Mazhar Durrani, Inkubasi Startup & Bisnis. Program. Bidang ini bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk membantu mahasiswa mengembangkan rintisan usaha (startup) melalui program berbasis proyek nyata.

Ketiga, Teknologi & Infrastruktur. Memadukan kurikulum teknologi dan bisnis, serta memanfaatkan infrastruktur modern seperti Virtalus HyperCX Cloud untuk pengalaman belajar langsung (hands–on).
“Keempat, kolaborasi Institusi. Bidang ini Aktif menjalin kemitraan strategis serta program magang dengan berbagai universitas dan institusi pendidikan di Indonesia,” tandasnya. (za)




