
SEMARANG, derapguru.com — Ketua PGRI Jawa Tengah yang juga Anggota Komite III PGRI Jawa Tengah meminta Panitia HUT Ke-81 PGRI berani mengemas kegiatan secara berbeda. Meski kegiatan formalnya sama, tapi pengemasan berbeda akan membuat kegiatan menjadi lebih menarik dan mengena.
“Misalnya saja, menggelar puncak acara tidak di Balairung UPGRIS terus, tapi kita gelar di Stadion Jati Diri atau di Simpanglima Semarang?” ungkap Muhdi.
Muhdi menambahkan, bukan hanya soal lokasi peringatan yang berbeda, bisa juga agenda-agendanya juga diberikan sentuhan baru yang berbeda. Misalnya, menggelar Jalan Sehat bagi keluarga besar PGRI dan masyarakat di tempat umum yang diikuti ribuan peserta.
“Misalnya jalan sehat gratis yang diikuti keluarga besar PGRI dan masyarakat sekitar. Kalau soal hadiah, nanti bisa kita upayakan. YPLP misalnya bisa menyumbang 1 sepeda motor. UPGRIS juga bisa menyumbang 1 sepeda motor. Nanti, dari saya juga ada 1 sepeda motor. Selebihnya bisa mencari sponsor,” ungkap Muhdi.

Sekretaris Umum PGRI Jawa Tengah, Drs Aris Munandar MPd, menyampaikan ada tujuh rangkaian kegiatan utama dalam acara peringatan HUT Ke-81 PGRI di Provinsi Jawa Tengah. Tujuh agenda wajib yang selalu dilakukan tersebut antara lain:
“Pemasangan bendera dan spanduk, Bakti Sosial Bantuan Air Bersih, Anugerah Dwija Praja Nugraha, Ziarah Makam Pimpinan Terdahulu, Upacara Peringatan HUT ke-81 PGRI, dan Resepsi Puncak Peringkatan,” ungkap Aris Munandar.
Wakil Ketua I PGRI Jawa Tengah, Dr Hj Sri Suciati MHum, memberikan dukungan apabila lokasi Peringatan HUT PGRI diarahkan di Stadion Jati Diri atau di Lapangan Simpanglima Semarang. Suasana yang berbeda akan membuat kegiatan semakin berkesan bagi para anggota dari daerah.
“Saya sepakat. Kalau biasanya acara peringatan kita gelar di Balairung UPGRIS yang hanya berkapasitas 3 ribu orang paling pol. Kala-kala kita gelar di Stadion Jati Diri yang kapasitasnya bisa mencapai 15rb orang,” ungkap Sri Suciati.

Wakil Ketua II PGRI Jawa Tengah, H Sakbani SPd MH, menyoroti sisi lain. Dia melihat kegiatan bakti sosial bantuan air bersih direspon secara positif oleh masyarakat. Banyak masyarakat yang sangat tertolong oleh bantuan air bersih yang dikirimkan oleh organisasi PGRI.
“Kegiatan keluar saya minta lebih diperbanyak. Misalnya, bakti sosial air bersih PGRI. Kegiatan ini perlu diperbanyak karena langsung menyentuh masyarakat. Mereka sangat menantikan bantuan-bantuan seperti ini,” ungkap Sakbani.
Pandangan serupa juga diungkapkan Wakil Ketua V PGRI Jawa Tengah, Jumanto MPd. Dia juga menekankan pentingnya memperbanyak kegiatan bakti sosial perlu diperbanyak. Kegiatan-kegiatan yang menyentuh anggota langsung, seperti bantuan air bersih, perlu diperbesar lagi.
“Pelayanan PGRI adalah milik semua lapisan masyarakat. Maka Kegiatan-kegiatan yang menyentuh anggotanya, seperti kegiatan bakti sosial, harus lebih banyak ditingkatkan,” tandasnya. (za)




