
GROBOGAN, derapguru.com — Produk yang sama dengan kemasan yang berbeda bisa memiliki value yang berbeda. Fakta ini mudah kita temui berbagai supermarket atau minimarket pada setiap kluster display produk. Semua produk sejenis yang display, semua dikemas mati-matian supaya “pantas” memiliki price yang lebih tinggi.
Perkara bagaimana cara membuat sebuah kemasan produk yang baik, yang merepresentasikan kualitas produk, yang mampu mendongkrak harga inilah yang coba diajarkan tim KKN UPGRIS pada pemilik produk-produk UMKM di Desa Panadaran Kabupaten Grobogan.
Ketua Tim KKN Panadaran, Muhammad Ibnu Rafi, mengatakan kegiatan yang digelar timnya menyasar pada pelatihan pembuatan kemasan produk. Hal ini dikarenakan banyak produk yang dihasilkan masih dikemas ala kadarnya dan tidak menarik untuk dilirik konsumen.
“Banyak produk yang dihasilkan masih belum terkemas dengan baik. Oleh karena itu kami sengaja mengajarkan cara mendesain kemasan, merancang identitas produk, sampai membuat logo bagi usaha-usaha yang dilakukan,” urainya.
Muhammad Ibnu Rafi menambahkan, program yang dijalankan timnya ini berusaha membantu merebranding produk, agar produk-produk yang dihasilkan pelaku UMKM di wilayah ini memiliki daya saing yang bagus menghadapi produk-produk skala industri.
“Kami juga mengajarkan cara membuat banner promosi usaha yang kemudian dipasang di depan rumah tempat usaha. Pembuatan logo dan banner diharapkan dapat memberikan tampilan yang lebih menarik serta membantu calon pembeli mengenali produk yang dijual,” tambahnya.
Lebih lanjut Muhammad Ibnu Rafi mengungkapkan, dalam pelatihan yang digelar, mereka juga memberikan proses pendampingan. Harapannya, masyarakat tidak hanya mendapatkan teori, tapi juga mendapatkan praktik langsung bagaimana cara mendesain dan membuat kemasan produk. (za)




