
SEMARANG, derapguru.com — Biro Pembinaan dan Pengembangan PAUD, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Nonformal (PAUD-PK-PN) PGRI Jawa Tengah fokus pada 5 program kerja.
Hal tersebut disampaikan Kabiro Biro Pembinaan dan Pengembangan PAUD-PK-PN PGRI Jawa Tengah, Arum Purwanti SPdAUD, dalam agenda “Rakor Biro-Bidang-Seksi Pembinaan dan Pengembangan PAUD-PK-PN PGRI Jawa Tengah” yang digelar secara daring, Sabtu 8 Agustus 2026.
“Program pertama, Peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Bentuk kegiatannya pelatihan/workshop/seminar/webinar bagi guru PAUD Pendidikan Inklusif dan Pendidikan Nonformal,” ungkap Arum Purwanti.
Program kedua, Pengembangan kurikulum inklusi. Program ini menitikberatkan pada pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan inklusi dan nonformal. Ketiga, pendanaan dan penggalangan sumberdaya.
“Program ini dilakukan melalui kegiatan penggalangan dana melalui kemitraan dengan lembaga donor, pemerintah, dan perusahaan swasta,” urainya.
Arum Purwanti menambahkan, untuk program keempat, advokasi dan implementasi kebijakan inklusi. Program ini berusaha mendorong kebijakan pendidikan yang mendukung PAUDNI dan pendidikan nonformal, melalui advokasi dan lobi.
“Kelima, program evaluasi dan penyusunan laporan. Program ini diwujudkan dengan melakukan evaluasi dan menyusun laporan kerja yang disampaikan dalam konferensi tiap tahunnya,” pungkas Arum Purwanti.
Hadir untuk membuka kegiatan, Wakil Ketua PGRI Jateng H Sakbani SH MH mewakili Ketua PGRI Jateng Dr H Muhdi SH MHum yang sedang menjalankan tugas lain. Bertugas sebagai pembawa acara Duwi Nuvitalia SPd MPd. Sedangkan yang bertugas sebagai moderator adalah Dr Katarina Herwanti MPd. (za)




