
Semarang, derapguru.com-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Semarang terus memperkuat soliditas organisasi melalui kegiatan Safari PGRI yang kali ini menyasar anggota di Cabang Semarang Barat dan Cabang Tugu.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (4/8/2026) di SD Negeri Bojongsalaman 01, Kecamatan Semarang Barat, menjadi wadah silaturahmi sekaligus penguatan wawasan organisasi bagi para kepala sekolah dan guru.
Sekitar 150 peserta dari kedua cabang mengikuti kegiatan yang digelar mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.

Mereka tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang dikemas secara komunikatif dan interaktif.
Safari PGRI dihadiri langsung oleh jajaran Pengurus PGRI Kota Semarang, di antaranya Ketua PGRI Kota Semarang Drs. Hari Waluyo, M.M., Dr. H. Muhlis, S.Pd., M.Pd., Sutikno, S.Pd., M.Pd., Dr. Erwan Rachmat, M.Pd., Drs. Kiswoyo, M.M., Hery D.U., S.Pd., M.Si., Hesty Padma, S.Pd., Jumari, S.Pd.I., S.Pd., Yuwono, S.Pd., M.Pd., Catonggo, S.Pd., M.M., serta M. Zamroni, S.H., M.Pd.
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PGRI sebagai simbol nasionalisme sekaligus penguatan semangat persatuan dalam organisasi profesi guru.
Selanjutnya, Ketua PGRI Kota Semarang, Drs. Hari Waluyo, M.M., menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya komunikasi antara pengurus dan anggota sebagai modal memperkuat organisasi.
Menurut Hari Waluyo, Safari PGRI bukan sekadar agenda kunjungan, tetapi juga menjadi media untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan pemahaman anggota terhadap peran organisasi dalam mendukung kemajuan pendidikan.
“Kami mengapresiasi kehadiran dan semangat para kepala sekolah serta guru dari Cabang Semarang Barat dan Cabang Tugu. Melalui Safari PGRI ini, kami ingin mempererat kebersamaan sekaligus memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai peran PGRI sebagai organisasi profesi yang terus mengawal peningkatan mutu pendidikan,” ujar Hari Waluyo.
Materi utama disampaikan oleh Dr. Erwan Rachmat, M.Pd. yang mengulas perjalanan sejarah PGRI, dinamika perkembangan organisasi dari masa ke masa, hingga kontribusinya dalam memperjuangkan profesionalisme guru, kesejahteraan anggota, dan peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Selanjutnya, Dr. H. Muhlis, S.Pd., M.Pd. memberikan paparan mengenai Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI beserta fungsi strategisnya dalam mendukung pengelolaan lembaga pendidikan di lingkungan PGRI.
Sementara itu, Catonggo, S.Pd., M.M. menjelaskan berbagai hal terkait administrasi dan keanggotaan PGRI Kota Semarang sebagai bagian dari penguatan tata kelola organisasi.
Suasana diskusi semakin hidup ketika sesi tanya jawab dibuka. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai perkembangan organisasi, hak dan kewajiban anggota, hingga tantangan profesi guru di tengah perubahan kebijakan pendidikan.
Ketua PGRI Cabang Semarang Barat, Zaenuri, menilai kegiatan Safari PGRI memberikan manfaat nyata bagi para anggota karena mampu memperluas wawasan sekaligus mempererat hubungan antara pengurus kota dan cabang.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami memperoleh banyak informasi baru mengenai organisasi PGRI sekaligus merasa semakin dekat dengan pengurus kota melalui dialog yang berlangsung terbuka,” ungkap Zaenuri.
Pendapat senada disampaikan Ketua PGRI Cabang Tugu Nur Rakhmat. Menurut Nur Rakhmat, Safari PGRI menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran berorganisasi, terutama bagi generasi guru muda yang baru bergabung sebagai anggota.
“Guru-guru milenial perlu memahami bahwa PGRI memiliki peran besar dalam memperjuangkan martabat, perlindungan, dan profesionalisme guru. Melalui kegiatan seperti ini, anggota semakin memahami fungsi organisasi sehingga dapat berkontribusi lebih aktif dalam memajukan pendidikan,” tutur Nur Rakhmat.
Melalui Safari PGRI, Pengurus PGRI Kota Semarang berharap sinergi antara pengurus dan anggota di tingkat cabang semakin erat.
Dengan organisasi yang kuat, diharapkan para guru dan kepala sekolah mampu terus meningkatkan kompetensi, menjaga solidaritas, serta bersama-sama mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi generasi penerus bangsa. (Mas Nur)




