
Banjarnegara-Derapguru.com
Praktik Pengenalan Lapangan (PPL) Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Saizu Purwokerto menjadi solusi jangka pendek bagi kekurangan guru PAI di tingkat SD di Banjarnegara. Selama enam bulan, mereka dimanfaatkan untuk mengajar di SD.
Hal itu diungkapkan Kepala Dindikpora Kabupaten Banjarnegara Yusuf Agung Prabowo di hadapan ratusan peserta Penguatan Kapasitas Pengurus (PKP) Pengurus PGRI Banjarnegara, Rabu 22 Juli 2026 di Rumah Guru Banjarnegara.

“Kekurangan guru PAI sejumlah 365. Kita ambil dari mahasiswa PPL UIN Saizu Purwokerto agar mereka mengajar selama 6 bulan dan dihargai dengan setara 20 SKS. Itu solusi yang coba kita lakukan di tengah kekurangan guru kita,” ujar mantan Kepala Baperlitbang Kabupaten Banjarnegara itu.
Tak hanya itu, Yusuf menambahkan Banjarnegara masih kekurangan 5.554 guru jenjang pemdidikan dasar yang baru tercukupi sejumlah 3387 sehingga masih kekurangan 2.177 guru lagi.
“PGRI adalah mitra strategis kami menghadapi permasalahan pendidikan. IPM kita baru mencapai angka 70,9. Itu pun baru tahun ini. Rata-rata sekolah kita juga masih 7,10 tahun, artinya rata-rata hanya sampai SMP,” keluh Yusuf.

Karenanya, Yusuf berharap PGRI mampu membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan pendidikan.
“Pemkab masih banyak kekurangan. PGRI menjadi salah satu harapan kami. Guru-guru sangat kami hormati. Kami berharap PGRI mampu melaksanakan pengembangan profesi, sebagai organisasi yang sangat besar, bahkan sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Maka isi PGRI dengan hal-hal positif. Harapannya PGRI mampu mengikuti perkembangan global, mensejahterakan dan mengadvokasi anggotanya,” harap Yusuf. (Heni/Sumarsi/Wis)



