
Kebumen, derapguru.com-Iuran Anggota dalam organisasi itu sangat penting, untuk menggerakkan organosasi.Ibarat darah dalam tubuh kita. “Begitu pentingnya iuran anggota untuk menggerakkan organisasi, maka kami mengapresiasi PGRI Kabupaten Kebumen yang telah lunas membayar iuran anggota ke PGRI Provinsi”, ujar wakil Ketua PGRI Jateng Dr Hj Sri Suciati M Hum saat memberi sambutan, mewakili ketua PGRI Jateng Dr Muhdi SH M Hum pada pembukaan Konkerkab II PGRI Kabupaten Kebumen, di gedung PGRI setempat, Sabtu 11 Juli 2026.
Dijelaskan, Iuran anggota sebesar Rp. 8000 per anggota terbagi untuk kegiatan di PB PGRI 10%, PGRI Provinsi 20%, PGRI Kabupaten/kota 30%, dan PGRI Cabang/ cabsus 40%.

“Jadi, iuran anggota PGRI itu dikelola dengan benar dan dipertanggung jawabkan dalam organisasi”, jelas Sri Suciati mempertegas penjelasan ketua PGRI Kabupaten Kebumen Dr Agus Sunaryo, terkait iuran anggota.
Ditambahkan,untuk pertanggung jawaban secara transparan dan akuntavel, bahkan sebelum konferensi selalu ada pemeriksaan oleh tim pemeriksa keuangan.
Dr Sri Suciati krmudian juga mengungkapkan pentingnya pengelolaan Aset organisasi, terutama pada sekolah-sekolah PGRI untuk pengembangan pendidikan. Dijelaskan, Upgris dulu juga asetnya an perorangan, karena untuk akreditasi harus an Yayasan. maka sekarang semua aset sudah an Yayasan.
“Upgris itu dulu juga asetnya an perorangan, karena untuk akreditasi harus an Yayasan. maka sekarang semua aset sudah an Yayasan”, ujar mantan Rektor Upgris ini menjelaskan. .
Berikutnya terkait Agenda konkerkab, Dr Sri Suciati mengingatkam, agar program kerja PGRI dibuat sesuai kebutuhan anggota.

Dr Hj Sri Suciati yang hadir bersama ketua Biro Pengabdian Masyarakat Prof. Dr Listyaning Sumardiyani, M Hum, juga mengapresiasi,kebijakan Pemerintah kabupaten Kebumen yang membuat GTT bisa ikut PPG untuk mendapatkan TPG, serta kebijaka agar guru didekatkan dengan tempat tinggalnya.
Lebih lanjut, Dr Sri Suciati mengingatkan para guru perihal Tantangan masa depan yang harus dihadapi. Dilatakan, saat ini guru dipaksa untuk membawa teknologi, dan AI ke dalam kelas. “Tetapi jangan khawatir, peran guru mendidik tidak tergantikan, karena guru punya hitec dan hitouch, punya hati nurani, kreatifitas dan empati, sedangkan AI tak punya itu”, jelas Sri Suciati.
“Karena itu, jadilah Guru pembahagia, guru yang bisa membangkitkan imajinas murid, dan menumbuhkan kecintaan belajar”, ujar Dr Sri Suciati menambahkan.
Dikatakan, guru harus memastikan menjadi teladan yang baik untuk anak-anak. Dr Sri Suciati juga mengapresia Ketua PGRI yang juga menjadi Kadinas, sehingga mampu menguatkan soliditas anggota dan jadi pemicu kemajuan organisasi.(pur)




