
SEMARANG, derapguru.com — Atlet Paralimpiade memiliki karakteristik khusus yang membuat mereka rentan terhadap cedera, baik akibat keterbatasan fungsional, penggunaan alat bantu, maupun intensitas latihan dan kompetisi.
Cedera yang dialami tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis atlet, seperti munculnya kecemasan, stres, penurunan kepercayaan diri, dan kekhawatiran untuk kembali berlatih atau bertanding.
Kondisi inilah yang membuat Tim Dosen UPGRIS yang terdiri atas Dr Zainul Aziz SOr MKes, Husnul Hadi SPd MPd, Jamal Imam Ariyadi SPd MPd, dan M Dandy Aryadi SPd MPd menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memfokuskan diri pada penanganan cedera atlet-atlet paralimpiade.
Ketua Tim Dosen, Zainul Aziz, menyampaikan kegiatan bertajuk “Pendampingan Terpadu Cedera Fisik dan Kesehatan Psikologis Atlet NPCI Kota Semarang melalui Treatment Masase Terapeutik” tersebut dilaksanakan di Komplek Stadion Jatidiri Semarang, Selasa 7 Juli 2026.
“Atlet-atlet yang kami berikan treatment adalah mereka yang sedang mengikuti pemusatan latihan atlet paralimpiade di bawah binaan National Paralympic Committee Indonesia untuk wilayah Kota Semarang,” urai Zainul Aziz.
Zainul Aziz menambahkan kegiatan pengabdian yang diperuntukkan secara khusus untuk atlet paralimpik yang berkebutuhan khusus ini bertujuan untuk mendukung pemulihan fisik sekaligus kondisi psikologis atlet Paralimpiade.
“Treatment masase kami pilih sebagai pendekatan utama karena bersifat nonfarmakologis, relatif aman, dan mudah diterapkan di lingkungan pemusatan latihan atlet Paralimpiade binaan National Paralympic Committee Indonesia kota Semarang,” tandas Zainul Aziz. (za)



