
Banjarnegara, derapguru.com- Babak baru perjalanan SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara menuju Adiwiyata Provinsi dimulai Rabu, 1 Juli 2026 dengan hadirnya Tim Penilai Adiwiyata Provinsi yang melakukan verifikasi lapangan di sekolah itu.
Tim terdiri dari petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Hana, Damar dan Joko. Mereka meninjau segala bentuk pelaksanaan Adiwiyata yang telah diunggah dokumentasinya pada aplikasi khusus Sidia. Hasil dari visitasi tersebut membuat rekomendasi diantaranya untuk diupayakan jangan ada pembakaran sampah agar mengurangi emisi karbon.
Tim mengajukan solusi pengambilan sampah residu dari DLH Kabupaten, meskipun hal itu tentu dapat menimbulkan masalah baru dengan timbulnya biaya dan juga menambah beban dari TPA Winong.
Berikutnya, pada masa-masa kemarau seperti ini tim juga mengingatkan tentang pentingnya pemanenan air hujan untuk mencukupi kebutuhan air agar dioptimalkan. Penampungan air hujan selama musim penghujan harapannya bukan sekadar melengkapi instrumen Adiwiyata saja, namun bisa sebagai alternatif sumber air di sekolah yang utama.
Tim juga menegaskan agar implementasi nilai Adiwiyata dalam pembelajaran terlihat pada anggaran biaya bisa include di alat peraga/praktek pembelajaran yang terkait dengan Adiwiyata.
Dalam mengurangi penggunaan kemasan plastik/sterofoam serta minuman sachet di kantin juga mendapatkan perhatian serius, meskipun kurang dapat terlihat karena visitasi dilakukan saat liburan sekolah.
Untuk memastikan program Adiwiyata berjalan sampai tataran siswa, tim juga meminta untuk lebih mengoptimalkan kader Adiwiyata yang perekrutannya bisa dengan seleksi, bukan penunjukan siswa, sehingga para kader penuh kesadaran dalam menjalankan perannya. Pemanfaatan kolam ikan secara berkelanjutan juga mendapatkan sorotan mengingat masih ada ruang untuk kolam di sekolah.
Ketua Tim Adiwiyata SMAN 1 Sigaluh Yani Damayanti mengungkapkan pihaknya akan segera menindaklanjuti hasil visitasi agar penerapan Adiwiyata di sekolahnya segera ideal.
“Setelah ini tentu kami akan benahi hal-hal yang masih kurang, agar nilai-nilai Adiwiyata tidak hanya sekadar slogan semata namun benar-benar dijiwai dan dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah,” ujar Yani. (Heni P)




