
SEMARANG, derapguru.com — Akses masyarakat terhadap lembaga keuangan sudah semakin luas. Masyarakat telah memakai rekening, dompet digital, atau akses kredit, tapi belum tentu memiliki kemampuan untuk memahami, memakai, dan mengelola risiko risiko keuangan.
Kondisi tersebut disampaikan Prof Dr Efriyani Sumastuti MP, saat memberikan pidato ilmiah dalam pengukuhannya sebagai Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPGRIS di Auditorium 7fl UPGRIS Kampus Cipto Semarang, Kamis 21 Mei 2026.
“Data Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan tahun 2024 menunjukkan bahwa tingkat inklusi keuangan mencapai 85.1 persen. Sementara literasi keuangan mencapai pada level 65.43 persen,” ungkap Prof Efriyani menunjukkan data yang mengindikasikan luasnya akses keuangan.

Prof Efriyani menambahkan kondisi seperti ini membutuhkan literasi keuangan lebih lanjut karena ada korelasi erat antara literasi keuangan dan ketahanan serta keberlanjutan rantai keuangan masyarakat.
Dalam riset-riset panjangnya, lanjut Prof Efriyani, dirinya melihat hubungan literasi keuangan dengan ketahanan keuangan dalam sebuah siklus yang sustainable. Siklus tersebut terus berlanjut dan saling menopang sehingga gangguan terhadap satu rantainya akan mengganggu lainnya.
“Literasi keuangan membentuk perilaku keuangan. Perilaku keuangan mendorong tabungan. Tabungan memperkuat ketahanan UMKM. Dan ketahanan UMKM akan menopang pariwisata berkelanjutan,” ungkapnya.

Rektor UPGRIS, Dr Hj Sri Suciati MHum, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan proses pengukuhan sebagai guru besar, kampus UPGRIS menaruh harapan besar. Sebuah harapan agar keprofesorannya dapat menjadi suluh yang menerangi jalan riset inovatif di kampus tercinta.
“Kami berharap Prof Efri terus membimbing para dosen muda, menginspirasi para mahasiswa, memperluas jejaring akademik baik dalam bidang nasional maupun internasional,” ungkap Sri Suciati.
Sri Suciati juga meminta agar setelah dikukuhkan ini akan terus berkarya dengan tulisan-tulisan ilmiah berikutnya yang bersitasi tinggi, yang mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan serta pembangunan bangsa.

Sementara itu Pembina UPGRIS, Dr H Muhdi SH MHum, menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian yang telah didapatkan. Agenda pengukuhan guru besar adalah momen istimewa yang layak untuk dirayakan sebagai sebuah pencapaian akademik.
“Pengukuhan guru besar adalah sesuatu yang istimewa. untuk itu kami selaku pembina merasa bersyukur, bahagia, bangga, dengan pengukuhan guru besar Ekonomi Pembangunan yang diperoleh Prof Dr Efriyani Sumastuti MP,” tandas Muhdi.
Muhdi juga menyampaikan bahwa jabatan akademik tertinggi bukan hanya penghargaan personal melainkan juga amanah keilmuan dan tanggungjawab moral untuk menerangi masyarakat melalui ilmu pengetahuan. (za)




