
Derapguru.com – Semarang.
Forum Komunikasi Tenaga Honorer Kota Tegal beraudiensi dengan Pengurus PGRI Jawa Tengah untuk menyampaikan aspirasi terkait nasib tenaga honorer yang tidak lolos seleksi administrasi atau TMS pada rekrutmen ASN 2024.

Pertemuan berlangsung di Ruang Sidang Gedung PGRI, Jl. Lontar No. 1 Semarang, Kamis (21/5) pukul 16.00–17.15 WIB.

Rombongan forum berjumlah 11 orang dan mereka diterima langsung oleh Ketua PGRI Jateng Dr. Muhdi, S.H., M.Hum., didampingi Wakil Ketua Drs. Jumanto, M.Pd., Wakil Sekretaris Sukaton, M.M., Ketua Biro Kerja Sama Imron Rosyadi, S.H., M.Pd., dan Ketua Biro Kominfo PGRI Jateng Dr. Agus Wis, B.Sc., S.Pd., M.Pd.

Dalam pertemuan itu, Forum menyampaikan tiga tuntutan utama yakni; yang pertama, pemberian kesempatan kembali bagi honorer TMS pada rekrutmen ASN 2026–2027. Ke dua
Prioritas rekrutmen 2026 untuk honorer yang mengabdi sebelum UU No. 20/2023 berlaku. Dan yang ke tiga Kepastian payung hukum bagi honorer selama masa tunggu agar statusnya tetap terlindungi.
Ketua PGRI Jateng Dr. Muhdi mengapresiasi dan menyatakan siap mengawal aspirasi tersebut. “PGRI akan bantu jembatani komunikasi dengan pemerintah agar honorer mendapat kepastian dan keadilan,” tegasnya.

Forum berharap PGRI Jateng menjadi mitra strategis dalam memperjuangkan nasib ribuan honorer pasca seleksi ASN 2024.(Wis)





