
SEMARANG, derapguru.com — Masih banyak guru-guru PAUD yang belum memiliki pemahaman memadai tentang implementasi Pembelajaran Bermakna. Apalagi bila pembelajaran bermakna tersebut sudah disangkutkan dengan pembelajaran bermakna yang berbasis permainan.
Kondisi inilah yang membuat beberapa dosen UPGRIS yang terdiri atas Ismatul Khasanah SPdI MPd, Dr Iin Purnamasari SPd MPd, Intan Rahmawati SPd MPd, dan Singgih Adhi Prasetyo SSn MPd, baru-baru ini, harus turun gunung menyambangi POS PAUD Semarang Barat.
Di sana, mereka menggelar kegiatan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Kader Pendidik POS PAUD Semarang Barat dalam Implementasi Pembelajaran Bermakna Berbasis Bermain” untuk guru-guru PAUD.
Ketua Tim Dosen UPGRIS, Ismatul Khasanah, menuturkan, kegiatan ini digelar dalam kerangka besar pengabdian kepada masyarakat. Targetnya adalah para guru yang tergabung dalam POS PAUD Semarang Barat.
“Kegiatan diawali dengan pembinaan dari pengawas PAUD UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Semarang Barat. Dilanjutkan dengan Materi Konsep Layanan PAUD Berkualitas. Materi ini meliputi pemahaman mendalam tentang prinsip dasar layanan PAUD yang berkualitas, meliputi pembelajaran berpusat pada anak, pendekatan holistik-integratif, serta pentingnya lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan,” urainya.
Ismatul Khasanah melanjutkan, materi berikutnya adalah Perencanaan Pembelajaran Lembaga PAUD yang Berkualitas oleh Ismatul Khasanah. Materi ini membekali peserta dengan pemahaman tentang pentingnya perencanaan pembelajaran yang sistematis dan terstruktur.
“Materi ketiga, tentang Penyusunan RPPH Berbasis Bermain. Dalam materi ini, para guru dilatih langsung dalam penyusun RPPH yang mengintegrasikan kegiatan bermain sebagai inti pembelajaran,” urainya.
Lebih lanjut dia mengatakan, materi selanjutnya adalah Strategi Layanan Bermain Bermakna pada Anak Usia Dini. Materi ini memberikan pemahaman tentang bagaimana merancang dan menerapkan kegiatan bermain yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memiliki tujuan perkembangan yang jelas.
“Sedangkan materi terakhir adalah materi tentang Menggambar Itu Mudah dan Menyenangkan. Pada materi ini, peserta dilatih untuk menggunakan kegiatan menggambar sebagai media pembelajaran yang kreatif dan sederhana. Hasilnya, guru menjadi lebih percaya diri dalam memanfaatkan kegiatan menggambar untuk menstimulasi kreativitas dan ekspresi anak,” ungkapnya. (za)




