
GROBOGAN, derapguru.com — Benar-benar kreatif dan inovatif apa yang dilakukan SMAN 1 Godong Grobogan. Alih-alih sibuk membuang sampah, mereka malah mengumpulkan sampah organik dari tanaman dan kantin sekolah untuk dijadikan media pembelajaran bahasa Inggris.
Ya, begitulah situasi yang benar-benar terjadi di SMAN 1 Godong Grobogan. Sampah yang biasanya bikin pusing justru diburu untuk diutak-atik kemanfaatannya. Mulai dari pengolahan sampai sampai jadi pupuk organik. Sampai penggunaan proses pengolahan sampah menjadi materi ajar bahasa Inggris.
Guru Bahasa Inggris SMAN 1 Godong, Wahyu Tri Setyobudi, menuturkan pemanfaatan sampah (baca: pengolahan sampah) untuk materi ajar dilakukan dengan cara pengintegrasian kegiatan dengan pengajaran bahasa Inggris. Terutama untuk pembelajaran penulisan Procedure Text atau Teks Prosedur.
“Procedure text ini sebenarnya berisi kegiatan yang mengajarkan siswa cara menyusun langkah-langkah dalam melakukan sesuatu. Dalam konteks ini, siswa kami minta untuk menyusun procedure text dengan melihat step by step pembuatan pupuk organik,” tuturnya.
Wahyu Tri Setyobudi, mengungkapkan, latar belakang lahirnya kegiatan ini adalah mengikuti implementasi program nyata dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya mengatasi permasalahan darurat sampah nasional sekaligus meningkatkan estetika lingkungan.
“Salah satu kegiatan dari program ini adalah penanaman sayur dan tanaman obat. Pada saat panen dilakukan, ternyata banyak juga sampah organik yang ditinggalkan. Melimpahnya sampah organik ini juga kami temukan pula di kantin sekolah. Maka kami putuskan untuk membuat sampah-sampah tersebut menjadi pupuk organik,” tutur Wahyu Tri Setyobudi.
Lebih lanjut Wahyu Tri Setyobudi menuturkan, tujuan utama dari program ini sebenarnya adalah untuk mengurangi volume sampah organik yang sebelumnya terbuang tanpa pengolahan. Dengan adanya inovasi ini, sampah yang dulunya dianggap tidak bernilai kini berubah menjadi produk yang bermanfaat. Selain itu, lingkungan sekolah menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman sebagai tempat belajar.
“Program ini kami harapkan dapat menjadi inspirasi kita semua dalam mengelola limbah secara bijak dan berkelanjutan. Kami percaya bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang konsisten, serta dari kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan,” tandasnya. (za)




