
SEMARANG, derapguru.com — Keberadaan media sosial membuat para perempuan memiliki ruang sosial lebih luas dalam mengaktualisasikan diri. Ruang lebih luas ini memungkinkan perempuan untuk dapat berkiprah lebih banyak lagi dalam masyarakat.
Pandangan tersebut disampaikan Psikolog Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Desi Maulia SPsi MPsi, saat menjadi pembicara dalam “Membangun Narasi Mandiri Perempuan di Media Sosial” yang digelar Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) UPGRIS dalam rangka Hari KartinI, Selasa 21 April 2026.
“Perempuan menjadi pengguna paling besar dalam media sosial. Di Indonesia ini jumlahnya mencapai kisaran 1 juta. Ini angka yang tidak kecil untuk membangun narasi di media sosial,” tutur Desi.
Desi menambahkan dengan jumlah pengguna yang begitu besar, suara perempuan sebenarnya sangat berpengaruh bila diarahkan pada perjuangan perempuan. Mereka bisa bicara tentang persamaan hak, perlindungan perempuan, atau pemberadayaan perempuan.
“Banyak yang bersuara di media sosial dulu, membangun narasi di media sosial dulu, baru kemudian membangun opini di dunia nyata. Narasi itu bisa melalui tulisan, video, tagar, dan elemen-elemen lainnya,” tutur Desi
Desi berharap perempuan bisa menyelaraskan diri dengan tren global. Diharapkan pula bisa memanfaatkan ruang media sosial sebagai ruang untuk mendidik masyarakat.
“Dulu, generasi yang lahir awal 80-an pasti akrab dengan media sosial Friendster. Media sosial dulu berbeda dengan sekarang. Dulu paling hanya kita gunakan untuk mengupdate aktivitas dan saling mengirim salam saja antar dinding,” urai Desi.
Media sosial sekarang, lanjut Desi, sudah sangat berbeda. Dalam media sosial saat ini ada banyak ruang yang disediakan untuk menyuarakan pendapat. Kita lebih leluasa untuk menyampaikan narasi-narasi kita dalam berbagai platform yang ada.
Sementara itu, Dekan FPBS UPGRIS, Siti Musarokah SPd MHum, di sela kegiatan menyampaikan bahwa webinar ini merupakan rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Kartini. Karena memperingati Hari Kartini maka dalam webinar ini dihadirkan pembicara perempuan yang berkiprah dalam pemberadayaan perempuan.
“Kami berharap, dengan semangat Hari Kartini ini, kaum perempuan bisa lebih banyak lagi berperan dalam masyarakat dan memberikan sumbangsih lebih banyak lagi bagi bangsa Indonesia tercinta,” tutur Siti Musarokah. (za)




