
Banjarnegara, derapguru.com-Pernahkah kita membayangkan sekolah yang tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, namun juga sebagai pelopor kepedulian terhadap lingkungan?
Inilah yang tengah diwujudkan SMA Negeri 1 Sigaluh melalui kegiatan Sosialisasi Sekolah Adiwiyata Provinsi. Hal ini juga sekaligus dalam rangka mendukung gerakan Jateng Asri yang dicanangkan Gubernur Ahmad Luthfi.
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada Selasa, 14 April 2026 yang bertempat di Laboratorium Fisika SMAN 1 Sigaluh. Sosialisasi tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran seluruh warga sekolah untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Berbagai ekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri 1 Sigaluh ambil peran menuju sekolah Adiwiyata, seperti PMR, Pecinta Alam, Pramuka, serta OSIS dan MPK. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi kecil dapat berdampak besar.

Koordinator Sekolah Adiwiyata Yani Damayanti selaku narasumber mengatakan dalam mewujudkan sekolah Adiwiyata, ada enam hal yang harus dilaksanakan. “Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang mengarusutamakan kebersihan, menekan timbunan sampah, konservasi air, konservasi energi, penanaman pembibitan, serta inovasi,” ujar Yani.
Seluruh siswa-siswi tampak menyimak dengan saksama, bahkan berkesempatan berdiskusi kecil bersama narasumber. Hal ini menunjukkan semangat dan kepedulian terhadap isu lingkungan.
Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan SMA Negeri 1 Sigaluh tidak hanya menjadi tempat untuk mencari ilmu, namun juga sebagai contoh nyata dalam kepedulian terhadap isu-isu lingkungan.

Kepala SMAN 1 Sigaluh Linovia Karmelita mengungkapkan pihaknya saat ini tengah menyiapkan segala sesuatunya terkait administrasi untuk menjadi sekolah Adiwiyata Provinsi.
“Sekolah ini sebenarnya sudah bertahun-tahun melaksanakan aksi peduli lingkungan. Namun sayang hal itu belum dikonversi menjadi predikat Adiwiyata. Jadi saat ini kami tengah berupaya agar antara aksi nyata yang sudah dilakukan setara dengan predikat sebagai sekolah Adiwiyata. Seluruh pihak tengah berkolaborasi mempersiapkan itu semua,” ujar Linovia. (Zalfa Izzati Oktifani, siswi Kelas X 8)




