
Banjarnegara, derapguru.com- Kemeriahan Kirab Budaya dalam rangka Hari Jadi Banjarnegara ke 455 besok, Kamis 2 April 2026 akan sangat terasa dengan kehadiran 20 penari Bima persembahan dari PGRI Banjarnegara.
Sudah dua pekan ini, para penari yang terdiri dari 20 guru tergagah di Banjarnegara ini digembleng mengikuti pelatihan. Mereka akan memainkan tari Rampak Bima sepanjang karnaval Gelar Budaya yang dimulai dari Terminal hingga Alun-alun Banjarnegara.
Ketua PGRI Kabupaten Banjarnegara Heling Suhono mengungkapkan, 20 penari Bima melambangkan jumlah 20 kecamatan yang ada di Banjarnegara yang siap mendukung pemerintah menjadikan Banjarnegara maju dan sejahtera.

“Kita pilihkan 20 guru dari tiap-tiap kecamatan. Semoga dapat menghibur masyarakat dan juga memperkuat spirit Bima yang lekat dengan sungai Serayu yang melintasi Banjarnegara,” jelas Heling.
Ketua Bidang Seni Budaya PGRI Banjarnegara Santosa mengungkapkan, para penari Bima nantinya juga akan diiringi rombongan Pengurus PGRI Banjarnegara.
“Mereka sudah berlatih keras, semoga menjadi hiburan yang tidak terlupakan. Pastikan semua besok menonton,” ajak Santosa di sela-sela latihan yang digelar Rabu, 1 April 2026 di halaman gedung PGRI Banjarnegara.
Selain Kirab Budaya yang start dari timur, besok juga akan digelar Kirab Kereta Kencana dari arah barat, tepatnya dari Kantor Dinas Perhubungan Banjarnegara. Kedua kirab akan bertemu di DPRD Banjarnegara, lalu menuju Alun-alun Banjarnegara, mengadakan Pisowanan Agung dan diakhiri dengan Rebutan Gunungan.
Diperkirakan ribuan orang akan hadir dalam acara tersebut, dan beberapa ruas jalan juga akan ditutup antara pukul 07.00 sampai pukul 12.00 WIB.
Adapun selepas Duhur, diadakan parade budaya dari 20 Kecamatan hingga malam.
Peringatan Hari Jadi Banjarnegara ini diundur pelaksanaannya yang seharusnya pada 26 Februari 2026 karena bulan suci Ramadan.
Ketua Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat PGRI Banjarnegara Heni Purwono mengungkapkan, pengunduran ini tidak menjadi persoalan namun justru mendekati aspek historis yang tepat.
“Dulu pembagian wilayah Wirasaba oleh Sultan Hadiwijaya atau Jaka Tingkir kepada Jaka Kaiman atau Adipati Mrapat di tahun 1571 diperkirakan 1 Syawal. Jadi ini malah sesuai dengan realita historis,” ujar Heni yang juga Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banjarnegara. (H. Purwono)




