
Banjarnegara, derapguru.com-Quran surat Al Waqiah ayat 1 sampai 7 dibaca berulang-ulang oleh Syaikh Yasir Sholah Arafat. Satu ayat diulang sampai 7 kali, diulang dan diulang kembali. Begitu seterusnya. Ratusan warga muslim kabupaten Banjarnegara yang hadir di masjid At Taqwa Pungkuran Gayam Banjarnegara dengan bersemangat tampak menirukan Syaikh asal Gaza Palestina tersebut. Dalam tempo kurang dari satu jam, beberapa peserta diuji untuk maju dan mempraktikkan hafalannya. Dua santri muda dan dua Bapak Ibu paruh baya dengan lancar membacakan 7 ayat dari surat pilihan tersebut.
Hal itu adalah gambaran dari acara Dauroh Al Quran Metode Gaza yang digelar Minggu, 1 Maret 2026. Syaikh Yasir yang merupakan imam Masjid Kementerian Wakaf Gaza ini tampak sumringah melihat metode yang dibawakannya mudah dipakai oleh para peserta pelatihan. Berkali-kali kata-kata “masyaallah tabarakallah” pun meluncur dari lisannya.
Tak hanya berlatih hafalan, para peserta juga menggalang donasi yang terkumpul hingga lebih dari 14 juta rupiah.
Syaikh Yasir mengungkapkan bahwa anak-anak Gaza tumbuh dengan hafalan Quran yang kuat.
“Kalau kami tidak kuat, mungkin sudah puluhan tahun yang lalu kami musnah. Kami tidak pernah menyerah. Kami hanya merasa menderita, terutama ketika dua milyar muslim di dunia diam melihat kondisi kami di serang Israel. Maka bantulah kami, jangan diam ketika Israel menyerang kami,” ujar Syaikh Yasir haru.
Ketua panitia kegiatan Yusman mengungkapkan kegiatan ini dihelat agar masyarakat muslim Banjarnegara tergerak untuk membantu Palestina sekaligus belajar bagaimana cara orang-orang Gaza dalam menghafalkan Quran.
“Kita berharap acara ini bermanfaat dan dapat diaplikasikan oleh seluruh masyarakat yang hadir hari ini. Kunci hafalan Quran memang ada pada membiasakan dan mengulang-ulang bacaan Quran, tandas Yusman.
Salah satu peserta pelatihan dari SMPIT Permata Hati Banjarnegara Fatiha Salma Haniyya memgaku metode Gaza sangat mudah diterapkan dan menjadikan hafalan Quran menjadi lebih mudah.
“Karena diulang-ulang terus, maka kita bisa mutqin atau lebih kuat hafalannya. Ini metode yang saya rasa perlu diterapkan di pesantren-pesantren penghafal Quran,” ujar Fatiha. (Heni P)




