
Derapguru.com Cilacap, 18 Oktober 2025.
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Pengurus (PKP) bagi pengurus PGRI kabupaten dan cabang se-Kabupaten Cilacap. Kegiatan ini menjadi bagian dari program berkelanjutan PGRI Jawa Tengah untuk menyiapkan pengurus yang profesional, solid, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Acara yang berlangsung di aula PGRI Cilacap pada Sabtu pagi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PGRI, serta doa bersama. Ketua PGRI Kabupaten Cilacap, Sudarmono, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus cabang yang hadir dan menegaskan pentingnya kegiatan PKP sebagai wadah pembelajaran organisasi.
> “Kehadiran Bapak dan Ibu hari ini adalah cerminan nyata dari komitmen kita bersama terhadap kemajuan organisasi profesi yang kita cintai, PGRI. Kita berkumpul bukan sekadar untuk seremoni, tetapi untuk memperkuat pondasi dan menyamakan langkah dalam menjalankan roda organisasi,” ujar Sudarmono.

Ia menambahkan bahwa tantangan dunia pendidikan ke depan semakin kompleks, terutama di era digitalisasi yang menuntut pengurus untuk mampu beradaptasi dengan cepat, memahami perubahan kebijakan pendidikan, dan memenuhi kebutuhan anggota yang semakin beragam.
> “Organisasi PGRI harus mampu berperan sebagai pelindung dan pejuang yang gigih membela hak serta martabat guru dan tenaga kependidikan. Kita juga harus menjadi mitra kritis pemerintah yang konstruktif, memberi masukan demi kemajuan pendidikan di Cilacap,” tandasnya.
Empat Harapan Pokok PGRI Cilacap
Dalam arahannya, Sudarmono menekankan empat hal utama sebagai fokus penguatan kapasitas pengurus:
1. Tata Kelola Organisasi yang Baik.
Pengurus diminta memastikan pendataan anggota, pengelolaan keuangan, dan administrasi surat-menyurat berjalan tertib, transparan, dan akuntabel sesuai AD/ART PGRI.
2. Koordinasi dan Komunikasi Intensif.
Pengurus kabupaten dan cabang harus bersinergi agar PGRI benar-benar menjadi rumah besar bagi guru—tempat bernaung dan berbagi aspirasi tanpa ada anggota yang merasa berjalan sendiri.
3. Program yang Berdampak Positif.
Cabang diharapkan mengembangkan kegiatan yang tidak hanya rutin, tetapi juga menyentuh kebutuhan nyata, seperti pelatihan peningkatan kompetensi, diskusi isu pendidikan terkini, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
4. Pemahaman Regulasi Kepegawaian.
Pengurus cabang perlu memahami berbagai aturan kepegawaian dan pendidikan agar dapat menjadi rujukan pertama bagi anggota yang menghadapi persoalan profesi.
Kegiatan PKP di Cilacap diisi dengan berbagai sesi interaktif, mulai dari materi ke-PGRI-an, role playing, hingga diskusi panel yang dipandu oleh Tim PKP PGRI Provinsi Jawa Tengah. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang menekankan penerapan nilai profesionalisme, kolaborasi, dan akuntabilitas organisasi.

Menutup sambutannya, Sudarmono mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat solidaritas antar-pengurus dan menjadikan PGRI sebagai organisasi yang hidup, tangguh, dan berdaya guna.
> “Solidaritas adalah nafas kita. Mari bersama-sama menjadikan PGRI rumah yang nyaman bagi guru, tempat bertumbuh, berbagi, dan berjuang demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Cilacap,” pungkasnya.
Pengurus PGRI Jateng yang hadir dalam acara PKP PGRI Cilacap tersebut; Ketua Dr H Muhdi SH MHum , Wk.Ketua Dr Hj Sri Suciati SH MHum, Wk. Ketua H Sakbani SPd MH, Wk Ketua Sutikno SPd MM Sekum Drs Aris Munandar MPd, Wasekum Dr Saptono MSi MPd, Bendahara Drs Wahadi MH, Kabiro Penelitian Prof. Dr. Listianing MHum, Kabiro Kominfo Dr Agus Wismanto BSc SPd MPd ( Sapt/Wis)



