
MAGELANG, derapguru.com – Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengirimkan 5 dosen untuk mengikuti kegiatan Latihan Kader Bela Negara di Dodik Bela Negara Rindam IV/Diponegoro, Magelang, pada 26–29 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan di lingkungan perguruan tinggi.
Kelima dosen UPGRIS tersebut adalah Drs Kiswoyo MM, Dr Erna Saptaningrum MPd, Dr Alfiah MPd, Dr Ika Septiana MPd, dan Nugroho Dwi Saputra SPd MPd. Mereka mengikuti kegiatan yang diberikan tajuk “Internalisasi Nilai Dasar Bela Negara sebagai Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045.”
Kiswoyo mengatakan, bela negara merupakan wujud tekad, sikap, perilaku, dan tindakan warga negara, baik secara individu maupun kolektif, yang dilandasi kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Semangat tersebut berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dengan tujuan menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa.
“Bagi kalangan akademisi seperti kami, bela negara tidak hanya diwujudkan melalui tindakan fisik, tetapi juga melalui pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, dan penanaman karakter kebangsaan,” ungkapnya.
Kiswoyo menambahkan, dosen memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, memiliki rasa cinta tanah air, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman. Kesadaran bela negara dapat diimplementasikan melalui kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi.
“Nilai-nilai Pancasila, tanggung jawab sosial, kedisiplinan, dan penghargaan terhadap kebhinekaan menjadi bagian penting dalam membangun karakter mahasiswa,” ungkap Kiswoyo.
Di tengah disrupsi dan perkembangan teknologi pada abad ke-21, lanjut Kiswoyo, dosen juga dituntut untuk terus belajar serta berkontribusi melalui berbagai kegiatan yang memperkuat ketahanan bangsa. Bela negara menjadi salah satu bentuk kontribusi akademisi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas nasional di tengah tantangan globalisasi.
“Selain itu, pelestarian identitas dan budaya bangsa merupakan bagian dari pertahanan nonmiliter yang dapat dilakukan melalui dunia pendidikan. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam merawat kebudayaan, memperkuat jati diri bangsa, serta menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya persatuan,” pungkasnya. (za)




