
Kajen, derapguru.com-Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan pada bulan Januari dan Februari 2026 menyebabkan banyak rumah warga dan fasilitas umum terendam, sehingga menimbulkan kerusakan, baik kerusakan rumah, perabotan, elektronik, kendaraan, dan lain-lain.
Ketua PGRI Kabupaten Pekalongan yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, Kholid, SIP, MM mengungkapkan, akibat bencana banjir tersebut ada 347 guru dan anggota PGRI di wilayahnya menjadi korban. “Akibat curah hujan tinggi dan luapan air sungai yang cukup deras, banyak wilayah terendam banjir, tetapi yang sangat parah ada di tiga wilayah kecamatan, yakni Tirto, Wonokerto dan Siwalan. Dan akibat bencana tersebut ada 347 anggota PGRI menjadi korban”, ujar Kholid menyambut kehadiran Ketua PGRI Jateng, yang juga Wakil Ketua Komite I DPD RI, Dr. H Muhdi SH M Hum di gedung PGRI Kabupaten Pekalongan, Minggu 8 Maret 2026.

Dr. H Muhdi yang hadir bersama Wakil Ketua PGRI Jateng H Sakbani, Sekretaris Umum Aris Munandar, M.Pd, dan Bendahara Wahadi SPd MM, mengaku turut prihatin atas bencana banjir yang menimpa banyak korban dan berdoa agar hal serupa tidak terjadi lagi. Dan kepada para korban juga diharapkan tetap sabar, semua kesulitan dapat segera teratasi dan segera dapat beraktivitas seperti semula.
“Kami hadir di sini juga untuk menunjukkan rasa solidaritas dan memberikan sedikit bantuan. Mohon tidak dilihat dari jumlah nominalnya tetapi kepedulian dan solidaritas kepada anggota yang sedang menghadapi musibah itu nilainya sangat penting”, ujar Dr Muhdi menegaskan.
Dr Muhdi juga mengungkapkan kepedulian dan solidaritas PGRI Jateng yang dalam beberapa waktu terakhir memberikan bantuan kepada para guru anggota PGRI yang menjadi korban bencana alam di sejumlah wilayah di Sumatera dan aceh, serta bantuan kepada para korban bencana di wilayah Jateng seperti, Cilacap, Banjarnegara, Brebes, Pemalang, Kabupaten Tegal, Pati, Kudus, dan lain-lain. “Bantuan untuk korban bencana di wilayah Sumatera dan aceh saja ada 1,9 M. Dan kemudian bantuan untuk para korban bencana di wilayah Jateng yang menyusul terjadi di berbagai wilayah”, jelas Dr Muhdi.
Dijelaskan lebih lanjut, bahwa PGRI Jateng dapat memberikan bantuan dan menjalankan berbagai program organisasi karena kuatnya solidaritas dan kesetiakawan sosial para anggota. “Karena itu, mari kita jadikan PGRI sebagai rumah besar para guru dan tenaga kependidikan, untuk bersama-sama memperjuangkan hak dan kepentingan bersama. Kalau kita berjuang sendiri, satu orang maju ke pemerintah tidak didengar, tetapi kalo bersatu, memiliki kekuatan untuk berjuang bersama dalam organisasi PGRI, pasti didengar, diperhatikan dan berhasil”, tegas Dr Muhdi menjelaskan.
Usai menyampaikan penjelasan tersebut, acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada para korban bencana banjir di kabupaten Pekalongan. Bantuan berupa uang dari PGRI Jateng sejumlah 75 juta dan dari Dr Muhdi sebesar 15 juta.
Ketua PGRI Kabupaten Pekalongan, Kholid SIP MM menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada PGRI Jawa Tengah dan Dr Muhdi selaku anggota DPD RI atas kepedulian dan bantuannya kepada para korban bencana banjir di Kabupaten Pekalongan. (pur)




