
SEMARANG, derapguru.com — Satu lagi menara setinggi tujuh lantai akan berdiri di kawasan UPGRIS Kampus Gajah. Menara megah yang dirancang dengan sentuhan ‘Smart and Green Building’ tersebut akan digunakan sebagai Laboratorium Terpadu dan markas Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) UPGRIS.
Pembangunan Laboratorium Terpadu dan markas Fakultas Teknik dan Informatika UPGRIS tersebut menandai rencana jangka panjang untuk penyatuan lokasi kuliah hanya di Kampus Cipto dan Kampus Gajah. Sedangkan Kampus Bendanduwur (lokasi lama Lab Teknik) akan disulap menjadi lokasi pengembangan Edupark UPGRIS.
Informasi kebijakan pengembangan kampus tersebut disampaikan Rektor UPGRIS, Dr Hj Sri Suciati MHum, saat memberi sambutan dalam Peletakan Batu Pertama pembangunan Laboratorium Terpadu dan Kampus FTI UPGRIS yang dilangsungkan di UPGRIS Kampus Gajah, Selasa pagi tadi, 6 Januari 2026.

“Sudah menjadi rencana jangka panjang, perkuliahan di UPGRIS akan kami satukan di Kampus 1 (Kampus Cipto) dan Kampus IV (Kampus Gajah). Sedangkan Kampus 3 (Kampus Bendanduwur) kami fokuskan untuk pengembangan Edupark UPGRIS,” urai Sri Suciati.
Sri Suciati menambahkan, mengenai pembagian ruang untuk Lab Terpadu dan markas bagi Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) UPGRIS sudah ditata secara jelas. Bagian untuk laboratorium nantinya ada di lantai 1 sampai 3. Sedangkan ruang perkuliahan mahasiswa Fakultas Teknik dan Informatika nantinya akan berada di lantai 4 sampai 7.
“Laboratorium ini dirancang untuk menyatukan berbagai disiplin ilmu fakultas teknik dan informatika dalam satu ekosistem riset yang kolaboratif, guna mendukung hilirisasi riset dan peningkatan publikasi ilmiah internasional termasuk jurnal di lingkungan teknik dan informatika,” tambah Sri Suciati.

Sri Suciati menambahkan pembangunan menara baru ini bukan sekadar pembangunan menara tinggi belaka. Melainkan wujud dari sebuah komitmen bersama antara pimpinan UPGRIS dan Yayasan dalam menjawab tantangan zaman pada era disrupsi teknologi.
“Kami panjatkan rasa syukur yang tiada terkira karena satu per satu fasilitas perkuliahan terus terpenuhi. Hal tersebut tentu saja tidak lepas dari dukungan pengurus yayasan yang selalu memperhatikan apa-apa yang menjadi kebutuhan para mahasiswa,” tandas Sri Suciati.
Pembina UPGRIS yang juga Ketua PGRI Jateng, Dr H Muhdi SH MHum, menyampaikan apresiasi luar biasa pada yayasan dan pimpinan UPGRIS yang telah mengembangkan kampus menjadi semakin luar biasa. Muhdi teringat saat pertama kali Kampus Gajah dibangun, kampus masih gersang dan belum sebagus saat ini

“Alhamdulillah, kita sudah menyaksikan dulu kampus ini gersang, kini (dengan banyak pepohonan besar) sudah menjadi sebuah lingkungan yang cukup nyaman. Dulu jangankan mahasiswa, dekan dan dosennya pun saat diminta pindah kesini pada protes. Tapi sekarang saya dapat informasi dari Pak Warek III (Dr Sapto Budoyo, red), katanya anak-anak sekarang lebih senang ke kampus ini,” urai Muhdi.
Muhdi menitipkan harapan agar para pimpinan UPGRIS dapat terus mengembangkan kampus menjadi lebih baik dan tertata. Bila memungkinkan, diharapkan UPGRIS juga semakin memperlebar area kampus agar semakin terpadu dan nyaman untuk kegiatan belajar.
“Saya berharap nanti akan ada tambahan lahan yang memungkinkan lebih memperluas, bukan hanya memperluas tanahnya, tapi tetap saja kita masih mencari tambahan lain lagi untuk pengembangan kampus,” urai Muhdi.

Ketua Pembangunan, Dr H Maryanto MSi, menyampaikan pembangunan menara baru tersebut dilakukan di atas tanah seluas 5712 meter persegi dengan dua tahap pembangunan. Tahap pertama pembangunan dilakukan mulai saat ini sampai dengan Juni mendatang.
“Tahap pertama akan dibangun setinggi 3 lantai. Tiga lantai ini akan digunakan laboratorium teknik terpadu. Sedangkan tahap kedua akan dilanjutkan dengan menyelesaikan 4 lantai tersisa, yang akan kami rencanakan akan dilakukan pada akhir tahun ini,” urai Maryanto.
Maryanto menambahkan, untuk pembangunan tahap pertama dilakukan dengan rencana anggaran sebesar 17.5 miliar rupiah. Dana tersebut untuk menyelesaikan bangunan 3 lantai dengan luas per lantai 816 meter persegi atau total luas lantai sebesar 2448 meter persegi. (za)




