
SEMARANG, derapguru.com — Dalam sebuah acara wisuda, yang disorot hanyalah kegemerlapan prosesinya. Sementara kiprah kemringet “tukang bagi toga”, “tukang atur dekor”, sampai “tukang parkir” nyaris silap dari pandangan mata.
Ya. Ibarat gawe mantu, yang terlihat hanyalah pesta poranya. Tapi “tukang asah-asah”, “tukang ngliwet”, “pasukan laden”, sampai “hansip penjaga parkir” seakan di-“persona non grata”-kan dalam keutuhan acara.

Hiruk-pikuk pembagian toga jelang Wisuda Ke-82 UPGRIS, Jumat 30 Januari 2026, diintip langsung derapguru.com di Seminar Hall Sayap Kiri Menara UPGRIS Kampus Gajah Semarang. Tim pembagian toga terlihat terjun langsung menyiapkan ratusan set toga dengan aksesories sesuai dengan fakultas masing-masing.
Salah satu tim pembagi toga, Purwadi, menuturkan untuk kali ini ada 614 calon wisudawan. Artinya, saat ini ada 614 toga yang dibagikan dengan kelengkapan yang berbeda-beda sesuai dengan simbol fakultas masing-masing.
“Yang paling susah itu kalau ada ukuran big size atau jumbo. Bukan hanya besar badannya, tapi ukuran tubuh yang terlalu tinggi, juga menjadi masalah,” tutur Purwadi.

Purwadi menambahkan, biasanya calon wisudawan dengan “ukuran khusus” seperti ini, stok toganya tidak ada. Untuk itu, mereka akan diarahkan untuk menemui penjahit khusus yang direkomendasikan.
“Kami punya penjahit khusus yang bisa memberi layanan pembuatan toga ala Bandung Bandawasa. Pagi diukur, sore sudah bisa diambil,” tutur Purwadi.
Petugas pembagian toga lain, Usis Prasetyo, mengatakan perangkat toga yang dibagikan terdiri atas jubah, samir, emblem, ordon, dan topi. Warna ordo menyesuaikan dengan warna fakultas masing-masing.
“Misalnya, samir ungu untuk FPBS, Samir Biru untuk FPMIPATI, Samir Hijau untuk FIP, Samir Merah untuk FPIPSKR, Samir Merah Marun untuk FH, Samir Kuning Muda untuk FEB, Samir Perak untuk FTI, dan Samir Kuning Emas untuk Pascasarjana,” urai Usis. (za)



