
KENDAL, derapguru.com – Teater Atmosfer sebagai komunitas kesenian di Kabupaten Kendal kembali menggelar Barang Bukti Theater Parade #9. Acara ini berlangsung pada Jumat-Sabtu, 23-24 Januari 2026 di Balai Kesenian Remaja, Kendal.
Barang Bukti Theater Parade atau yang lebih singkat menjadi BBTP merupakan agenda rutin tahunan sebagai ruang kreativitas dalam mengekspresikan gelesihan dalam bentuk pementasan teater, oleh Teater Atmosfer itu sendiri dan mengajak siswa sekolah yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Hal ini disampaikan oleh Direktur Teater Atmosfer, Akhmad Sofyan Hadi.
“Pementasan teater harus selalu ada, sebagai bentuk ekspresi kegelisahan penyampaian terhadap isu-isu sosial ekonomi dan lain sebagainya. Selain itu menjadi ruang kreatif bagi pelaku seni, tidak hanya untuk komunitas tapi juga mengajak para siswa yang mempunyai hobby bahkan bakat dalam kesenian tentu harus diberi ruang tersebut” ujar Direktur yang lebih akrab disapa Iyan itu.
Sebelum pementasan oleh Teater Atmosfer ini, juga ada penampilan dari siswa SMA Negeri 1 Pegandon dengan naskah “Setinggi Rumput” Karya Akhmad Sofyan Hadi dan pembacaan puisi oleh beberapa siswa SMA Negeri 1 Pegandon.
Lebih lanjut, dalam BBTP #9 2026 ini, Iyan membuat konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Naskah yang digarap adalah “Air Mata Dupa” Karya Akhmad Sofyan Hadi itu sendiri. Naskah ini menceritakan tentang kehidupan seorang dukun di sekitar masyarakat yang masih dianggap tabu. Hal ini menjadikan boomerang serta pandangan negatif kepada dukun itu sendiri serta keluarganya. Padahal tentu saja tidak bisa semua hal dilihat dari satu sudut pandang saja.
“Naskah ini menceritakan tentang seorang dukun bernama Jarwo yang oleh masyarakat sekitar dikaitkan dengan hal-hal mistis. Permasalahan semakin kompleks ketika Jarwo menikah dengan janda yang baru saja di tinggal mati oleh suaminya. Kehadiran Jarwo yang selalu dikaitkan dengan kematian tersebut menjadikan Lastri, anak dari istri Jarwo tersebut semakin membencinya. Padahal, keberadaan dukun tentu tidak jauh beda dengan tabib yang ada di Cina, atau pun dokter yang menyembuhkan orang sakit. Konflik ini kemudian saya sajikan di atas panggung untuk penonton bisa menyimak dan berdiskusi dari berbagai sudut pandang yang lebih luas.” imbuh Iyan.
Isu yang diangkat terkait dukun tersebut kemudian juga dibahas dalam acara BBTP #9 yang disampaikan dalam bentuk Pidato Kebudayaan dalam bingkai Kendali Arah #2 oleh Muslichin SS MA. Dalam hal ini, beliau sebagai guru Sejarah, ketua Lesbumi PCNU Kabupaten Kendal serta Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Kendal menyampaikan sejarah dan perkembangan dukun, utamanya dari sudut pandang kebudayaan dan dampak secara luas hingga ke ekologi.
“Pemaknaan tentang istulah dukun mengalami penyempitan makna. Dukun dianggap sebagai manusia yang menyesatkan yang hidupnya bergelantungan kepalsuan, kebohongan dan penipuan. Padahal, sejujurnya dukun sering berperan sebagai otoritas moral yang menentukan mana wilayah duniawi dan mana wilayah yang dikeramatkan. Dalam hal ini dukun berperan sebagai penjaga zona konservasi. Dengan melabeli sebuah sumber mata air atau hutan sebagai wilayah yang berpenghuni maka ia menciptakan kawasan hutan lindung/mata air tradisional. Seperti dengan sesaji yang disusun dengan baik, dukun itu berkomunikasi dengan Tuhan, menjadikan air, bunga, umbi, dan hasil bumi sebagai ekspresi rasa syukur yang tidak terhingga.” kata Muslichin.
BBTP sebagai agenda rutin Teater Atmosfer menjadi agenda keberlanjutan tahunan yang siap menjadi ruang juga untuk siswa Kabupaten Kendal di tahun 2027 nanti. (Eva Dwi Susanti)




