
SEMARANG, derapguru.com — Pencapaian sebagai Guru Besar tidak hanya menjadi simbol pencapaian tertinggi dalam sebuah bidang keilmuan. Tapi predikat Guru Besar juga mengandung tugas berat untuk menjadi pohon teduh untuk berlindung kolega dosen dan para mahasiswa.
Pesan tersebut disampaikan Rektor UPGRIS, Dr Hj Sri Suciati MHum, saat memberikan sambutan dalam “Upacara Pengukuhan Guru Besar Universitas PGRI Semarang” di Balairung UPGRIS Kampus Cipto Semarang, Selasa 30 Desember 2025.

“Jadilah pohon yang rindang, tempat para kolega dan mahasiswa berteduh, memperbanyak ilmu, namun tetap memiliki akar yang kuat menghunjam bumi,” tandas Sri Suciati.
Sri Suciati menambahkan, menjadi Guru Besar bukan berarti memiliki semua jawaban. Melainkan memiliki keberanian untuk terus berkarya dalam nilai-nilai pengabdian dan ketulusan.

“Ilmu pengetahuan adalah cahaya. Semakin besar apinya semakin jauh pula jangkauan kehangatan yang dibagikan pada sesama. Kami menanti karya-karya nyata ibu bapak selanjutnya,” tutur Sri Suciati.
Dalam upacara pengukuhan tersebut, ada tiga dosen UPGRIS yang dikukuhkan. Tiga dosen UPGRIS tersebut antara lain Prof Dr Wiyaka MPd, Prof Dr Listyaning S MHum, dan Prof Dr Sutrisno MM.

Prof Wiyaka mengambil kepakaran dalam Bidang Ilmu Assessment in English Language Learning. Prof Listyaning mengambil kepakaran Bidang Ilmu Teaching English Method. Sedangkan Prof Sutrisno mengambil kepakaran Bidang Ilmu Manajemen SDM Kewirausahaan UMKM.
Ketua PGRI Jateng yang juga Pembina UPGRIS, sekaligus Wakil Ketua Komite I DPD RI, Dr H Muhdi SH MHum, dalam sambutannya menyampaikan selamat atas pencapaian yang telah didapatkan ketiga dosen senior UPGRIS ini. Dia berharap dengan predikat sebagai Guru Besar keberadaannya akan selalu membawa kemajuan bagi Indonesia.

“Untuk Prof Wiyaka dan Prof Listyaning, semoga para guru-guru kita bisa memanfaatkan hasil riset yang dihasilkan. Sedangkan untuk Prof Sutrisno, yang memang seorang Ekonom, semoga hasil penelitiannya juga bisa dimanfaatkan bagi para penggerak UMKM Indonesia,” tutur Muhdi. (za)




