
Banjarnegara, derapguru.com-Hari sudah larut, namun dua remaja Genzi tampak masih sibuk menata sandal di teras Masjid At Taqwa Pungkuran Gayam Banjarnegara. Di teras masjid, dua pemudi dari outlet kopi terbesar di Banjarnegara tampak sesekali melayani menuangkan kopi late dan juga kopi susu gula aren secara gratis. Hampir sepuluh liter kopi tampak mulai habis.
Semua itu merupakan gambaran yang terlihat pada kegiatan Itikaf Pelajar Banjarnegara ke 9 yang digelar Jumat-Minggu, 13-15 Maret 2026. Lebih dari 112 peserta mengikuti kegiatan tersebut.

Tak hanya menginap di masjid tanpa makna, mereka serius berburu Lailatul Qadar, malam yang lebih mulia dari 1000 bulan bagi umat Islam. Keseriusan itu tampak dari setiap saat mereka menenteng Quran dan membacanya sepanjang hari. Tak cukup membaca, mereka juga menghafal 15 ayat dari surat Al Waqiah. Surat ini menurut Pengasuh Ponpes Miftahus Sholihin Brayut Sigaluh Banjarnegara LH Nafis Athoillah memiliki keutamaan bagi yang membacanya akan mendapatkan cinta dari Allah SWT, dicintai oleh semua manusia, tidak mendapatkan kesengsaraan, kefakiran dan penyakit dunia.

“Kalau rajin baca Al Waqiah, insyaallah akan kaya. Kalau surat Al Mulk terjaga dari siksa kubur dan kalau rumahnya mau aman, bacakan surat Al Kahfi,” ujar KH Nafis di hadapan peserta itikaf.
Cara menghafal Quran para peserta juga istimewa. Pasalnya mereka memakai metode Gaza. Metode yang dipakai warga Gaza dalam menghafakan Quran.
Secara berulang-ulang Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Banjarnegara Yusman tampak memandu peserta menghafal.
“Kunci metode ini ada di pengulangan membaca, sehingga akhirnya menjadi hafal. Namun tentu dibutuhkan guru yang membimbing agar bacaannya benar,” tambah Yusman, Minggu 15 Maret 2026.
Takmir Masjid At Taqwa Nikmatuloh mengaku senang anak-anak sekolah mau beritikaf di masjid secara totalitas.
“Di saat jelang lebaran biasanya anak muda asik nongkrong, main petasan dan lainnya. Mereka istimewa karena justru beritikaf di masjid,” ujar Nikmatuloh.
Salah satu peserta dari SMAN 1 Sigaluh Ikhsanudin mengaku ini kali kedua ia ikut itikaf. Menurutnya itikaf adalah momen refleksi dan juga silaturahmi dengan teman dari sekolah lain.
“Ini kali kedua saya ikut kegiatan ini, senang bisa punya banyak teman. Ibadah full di masjid juga jadi fokus sehingga bisa tadarus sebanyak banyaknya,” ujar siswa berkacamata ini. (H.Purwono)




