
BLORA, derapguru.com — Ditakdirkan lahir di desa bulan berarti tidak memiliki peluang yang sama untuk sukses di Indonesia. Banyak orang yang lahir dari desa, diliputi kemiskinan, dan penuh dengan kekurangan, tapi akhirnya menjadi orang sukses di kota.
Pesan ini disisipkan Anggota MPR RI yang juga Wakil Komite I DPD RI, Dr H Muhdi SH MHum, saat melakukan “Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan” di SMK Bhakti Husada PGRI Blora, Senin 9 Februari 2026.
“Lho Pak, saya hanya orang Blora, saya orang desa. Jangan. Jangan bilang ‘saya hanya orang desa’. Saya juga orang Kebumen. Orang desa, anak desa. Tapi semua bisa berkembang bila memang ada niat,” ungkap Muhdi.
Muhdi menambahkan, kondisi sebagai anak desa memang terkadang kurang menguntungkan. Tapi dengan niat yang kuat dan semangat pantang menyerah semua pasti bisa ditaklukkan.
“Pak Muhdi ini orang tuanya buta huruf. Tapi tekatnya kuat untuk menyekolahkan anak-anaknya. Dan dengan modal sekolah, dari desa saya berangkat ke Semarang untuk mulai perjuangan,” ungkap Muhdi.
Muhdi juga menyampaikan bahwa untuk menjadi hebat harus memiliki cita-cita yang hebat. Jangan tanggung-tanggung. Kalau perlu gantungkan cita-cita setinggi mungkin, kalau perlu sampai ke langit ke tujuh.
“Yang penting niat yang kuat dan upaya yang sungguh-sungguh. Kalau perlu gantung cita-cita kalian di langit ke tujuh. Kalau misalnya meleset, masih jatuh ke langit enam atau minimal masih tetap di langit,” ungkap Muhdi.
Dan semua cita-cita yang tinggi itu, lanjut Muhdi, bukan sesuatu yang tidak mungkin untuk saat ini. Pemerintah telah membuka banyak beasiswa agar setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengubah nasib melalui pendidikan.
“Sekarang ada KIP. Untuk kuliah juga disediakan KIP Kuliah. Kuliah gratis dan diberikan uang untuk biaya hidup. Semua ada jalannya. Tinggal kalian mau bersungguh-sungguh atau tidak,” ungkap Muhdi.
Dalam kesempatan tersebut, Muhdi juga menegaskan berkali-kali, bahwa satu-satunya jalan untuk mengubah nasib adalah melalui pendidikan. “Maka bersekolahlah setinggi mungkin,” tandas Muhdi.
4 Pilar
Terkait dengan 4 Pilar Kebangsaan, Muhdi menyampaikan bahwa empat pilar kebangsaan harus selalu kita rawat dan jaga. Empat pilar kebangsaan tersebut antara lain: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Keempat hal tersebut merupakan pondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa dan menjawab tantangan global,” ungkap Muhdi.
Muhdi juga menyampaikan bahwa Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar konsep normatif, melainkan nilai-nilai yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara.
“Saya meminta Empat Pilar Kebangsaan ini bisa terus menjadi pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkap Muhdi. (za)




