
SEMARANG, derapguru.com — Kesiapsiagaan terhadap bencana menjadi hal penting yang perlu dikenalkan di sekolah. Pasalnya, wilayah Indonesia yang rawan bencana menuntut setiap warganya memiliki kemampuan memadai ketika berhadapan dengan bencana.
Kemampuan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana inilah yang sedang disosialisasikan dan dilatihkan mahasiswa Magang UPGRIS di SMP 6 Semarang. Mereka diajari bagaimana cara mencegah, menghadapi, dan pengelolaan pascabencana kalau-kalau bencana itu datang saat di sekolah maupun di rumah.
Ketua Magang UPGRIS SMPN 6 Semarang, Refani Yulianda Pramudya, mengatakan karena Kota Semarang selalu menghadapi bencana banjir dan rob, maka latihan kesiapsiagaan bencana dikhususkan untuk menghadapi bencana banjir dan rob.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai dampak perubahan iklim, khususnya yang berkaitan dengan bencana banjir, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memilah sampah,” urai Refani.
Di bawah bimbingan Dosen Koordinator, Dr Donny Anhar Fahmi MPd, mereka melakukan sosialisasi dan pelatihan sigap bencana melalui berbagai metode interaktif. Beberapa materi yang diberikan antara lain menjelaskan tentang penyebab dan dampak banjir, serta langkah-langkah pencegahan dan penanggulangannya.
“Siswa juga kami berikan pemahaman mengenai tindakan sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan selokan, dan melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik,” urai Refani.
Sebagai bentuk aksi nyata, lanjut Refani, mahasiswa juga mengajak siswa untuk membersihkan lingkungan sekolah, khususnya area selokan yang berpotensi tersumbat sampah. Selain itu, siswa juga dilibatkan dalam kegiatan memilah sampah organik dann gess anorganik sebagai langkah konkret untuk mencegah penyumbatan saluran air yang dapat menyebabkan banjir. (za)




