
Semarang-derapguru.com. Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, PGRI Cabang Tugu Kota Semarang menghadirkan program inspiratif bertajuk Safari Dakwah Ramadan atau yang populer disebut Rida Ramadan.
Kegiatan Rida Ramadan menjadi salah satu inovasi unggulan organisasi profesi guru di wilayah Kecamatan Tugu, Kota Semarang, dalam menebarkan nilai-nilai kebaikan dan penguatan spiritual selama bulan penuh berkah.
Program ini sudah berlangsung sejak Ramadan tahun 2025 dan dengan narasumber semua pendidik, baik guru agama, kepala sekolah, guru kelas, guru mapel semua jenjang di kecamatan Tugu kota Semarang.
Berbeda dari kegiatan keagamaan konvensional, Safari Dakwah Ramadan dilaksanakan secara virtual melalui platform media sosial.
Strategi ini dipilih agar pesan dakwah dapat menjangkau audiens yang lebih luas, tidak hanya warga sekolah di Kecamatan Tugu, tetapi juga masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
Program ini berlangsung penuh sejak 1 Ramadan hingga 30 Ramadan, menjelang datangnya Syawal.
Ketua panitia menyampaikan bahwa Rida Ramadan bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk nyata kontribusi guru dalam syiar Islam sekaligus penguatan karakter pendidik.
Setiap hari, satu narasumber dari kalangan guru dan tenaga kependidikan di wilayah PGRI Kecamatan Tugu menyampaikan kultum (kuliah tujuh menit) dengan tema yang relevan dengan Ramadan dan perkembangan dunia pendidikan.
Rangkaian tema yang diangkat sangat beragam dan kontekstual. Pada hari pertama, Nur Rakhmat, M.Pd. dari SDN Tugurejo 01 membuka kegiatan dengan tema “Menyambut Ramadan dengan Sukacita dan Ilmu.”
Hari-hari berikutnya diisi dengan pembahasan tentang ampunan dan penggugur dosa, hakikat puasa, melatih kejujuran, hingga Ramadan sebagai madrasah pembentukan takwa.
Memasuki pertengahan Ramadan, para narasumber mengangkat tema-tema penguatan ibadah seperti mengoptimalkan tadarus Al-Qur’an, sedekah sebagai investasi tak terbatas, menjaga kualitas salat, hingga bijak bermedia sosial saat berpuasa.
Sementara pada sepuluh hari terakhir, materi difokuskan pada keutamaan Lailatul Qadar, i’tikaf, menjaga amanah waktu, memaafkan dan membersihkan hati, hingga mempertahankan istiqamah pasca Ramadan.
Menariknya, seluruh penceramah berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari guru SD hingga SMP di wilayah Kecamatan Tugu, termasuk dari SMP Negeri 28 Semarang.
Hal ini menunjukkan semangat kolaborasi dan fastabiqul khairat antarpendidik dalam menyebarkan nilai kebaikan.
Program Safari Dakwah Ramadan ini memberikan banyak manfaat. Selain meningkatkan semangat berlomba dalam kebaikan, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antaranggota PGRI serta memperkuat peran guru sebagai teladan moral di masyarakat.
Melalui dakwah virtual, PGRI Cabang Tugu membuktikan bahwa guru tidak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan sosial dan spiritual di era digital.
Dengan terlaksananya Rida Ramadan 1447 H secara konsisten selama 30 hari penuh, PGRI Cabang Tugu Kota Semarang berharap semangat kebaikan yang telah ditanamkan selama Ramadan dapat terus tumbuh dan berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.
Ramadan bukan sekadar momentum ibadah, melainkan juga ruang refleksi dan penguatan karakter bagi seluruh insan pendidikan. (Nur Rakhmat)




