
SEMARANG, derapguru.com — Pemerintah–melalui berbagai lembaga keuangannya–terus melakukan berbagai program untuk meningkatkan literasi finansial. Dengan literasi finansial yang baik, diharapkan akan terbentuk masyarakat yang cerdas finansial.
Hal tersebut disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Jateng-DIY, Hidayat Prabowo, di sela kegiatan “Road to Pekan Reksa Dana” yang digagas oleh OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Menara UPGRIS Kampus Gajah Semarang, baru-baru ini.
“Penguatan literasi keuangan merupakan pilar utama dalam menciptakan masyarakat yang cerdas secara finansial,” ungkap Hidayat Prabowo.
Hidayat Prabowo menambahkan kegiatan ini dirancang untuk mendorong masyarakat untuk lebih memahami produk dan layanan keuangan. Salah satunya–yang dijadikan fokus literasi saat ini–adalah produk keuangan bernama Reksa Dana.
“Melalui kegiatan ini, kami mendorong masyarakat untuk lebih memahami produk dan layanan keuangan, termasuk reksa dana, sehingga mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan ini sendiri, lanjut Hidayat Prabowo, digelar dengan menyasar masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan generasi muda, dengan harapan mereka mulai menyadari pentingnya investasi dalam reksa dana.
“Kami harap generasi muda mulai menyadari pentingnya investasi di pasar modal, dengan fokus pada instrumen reksa dana sebagai salah satu alternatif investasi yang inklusif, terjangkau, dan dikelola secara profesional,” tutur Hidayat Prabowo.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Jateng I, Fanny Rifqi el Fuad, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah investor domestik, khususnya dari kalangan generasi muda, menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan pasar modal Indonesia.
“Edukasi yang berkelanjutan bukan hanya saham tetapi juga Reksa Dana menjadi kunci dalam menciptakan investor yang tidak hanya aktif, tetapi juga rasional dan berorientasi jangka panjang,” ungkapnya.
Sementara itu, Dekan FEB UPGRIS, Dr Heri Prabowo MM, memberikan apresiasi atas kolaborasi strategis ini. Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara regulator, pelaku industri, dan akademisi dalam menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif serta membekali mahasiswa dengan kompetensi literasi finansial yang aplikatif.
“Literasi keuangan sangat dibutuhkan untuk perencanaan keuangan masa akan datang. Jika selama ini kita sering mengenal investasi melalui saham, diharapkan masyarakat khususnya generasi muda juga mulai melirik Reksa Dana untuk menciptakan raksasa dana di masa yang akan datang,” tandas Heri Prabowo.
Dalam ‘Road to Pekan Reksa Dana’ ini dilakukan juga penandatanganan kerjasama strategis. Rancangan implementasi ke depan kolaborasi antara FEB UPGRIS, OJK, dan BEI dengan memperluas jangkauan edukasi keuangan serta mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam pasar modal. (za)



