
SEMARANG, derapguru.com — Problematika sosial yang semakin kompleks dan perubahan peradaban cepat dan bersifat eksponensial, membuat para remaja saat ini jauh lebih mudah oleng saat berbenturan dengan masalah. Inilah kenapa semakin kesini isu-isu tentang kesehatan mental menjadi sesuatu yang penting untuk disadari.
Memahami pentingnya masalah kesehatan mental, Tim KKN UPGRIS di Kelurahan Palebon Kecamatan Pedurungan Kota Semarang, menggagas sebuah layanan konseling untuk para remaja. Tim KKN di bawah bimbingan Dosen Fahrinda Khansa Pramesti SH MH tersebut menamai layanan tersebut sebagai “Ruang Cerita”.

Penanggung Jawab Program, Aisya Zahra F, mengatakan bahwa “Ruang Cerita” menjadi wadah nyaman dan aman bagi remaja setempat untuk curhat. Berbagai hal tentang problematika pergaulan dan masalah kesehatan mental banyak diobrolkan dengan pendekatan sebagai teman.
“Program ini menyatu bersama kegiatan Posyandu. Jadi selain membantu Posyandu kami juga membuka layanan untuk konseling ‘Ruang Cerita’ ini,” urai Aisya.
Aisya menuturkan, untuk bisa mendekat dengan para remaja, kegiatan ini dimulai dengan kegiatan berbagi pengalaman. Dimulai dari curhat pengalaman itulah, kemudian banyak hal-hal yang diobrolkan sehingga poin-poin yang mengarah pada kesehatan mental dapat dimasukkan.
“Kami ingin menekankan pada para remaja di Palebon, bahwa mereka bisa berbagi cerita dan mereka tidak sendiri. Konseling ini bertujuan memberikan teknik stress management agar mereka lebih siap menghadapi tekanan akademik maupun sosial,” jelas Aisya.
Dukungan penuh juga datang dari Karang Taruna wilayah setempat. Ifa, salah satu perwakilan Karang Taruna, menyambut baik inisiatif yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pemuda saat ini.
“Kegiatan seperti ini sangat kami butuhkan. Teman-teman Karang Taruna jadi punya wadah untuk saling berbagi dan belajar terbuka mengenai kesehatan mental, hal yang selama ini masih dianggap tabu untuk dibicarakan,” ungkap Ifa.
Ifa menambahkan, banyak dari pemuda-pemuda di wilayahnya yang menjadi lebih terbuka, bisa melihat masalah dari perspektif lain, dan merasa lebih kuat menghadapi masalah. Dia berharap “Ruang Cerita” ini bisa menjadi langkah awal terciptanya lingkungan yang lebih suportif terhadap tumbuh kembang mental generasi muda. (za)




