
SEMARANG, derapguru.com — Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) menekankan pentingnya menjaga akreditasi Unggul. Konsep menjaga akreditasi Unggul ini diarahkan pada program-program yang sejalan dengan penilaian akreditasi.
Hal tersebut disampaikan Ketua Program Studi PBSI FPBS UPGRIS, Dr Eva Ardiana Indrariani MHum, dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Akhir Semester yang digelar di Menara UPGRIS Kampus Gajah Semarang, Selasa 13 Januari 2026.
“Di antara berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan, yang paling penting bagi kita adalah menjaga predikat akreditasi Unggul yang telah kita miliki,” urai Eva.
Eva menambahkan, selain menjaga akreditasi Unggul, hal penting lain adalah menjaga agar jumlah mahasiswa selalu naik dalam Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Mahasiswa bagi kampus swasta adalah hal utama dan harus diutamakan dibandingkan urusan-urusan kampus yang lain.
“Kehidupan kampus kita sangat bergantung pada jumlah mahasiswa kita. Jadi di samping memacu prestasi, jumlah mahasiswa yang masuk membawa pengaruh besar pada prodi kita,” tandas Eva.
Lebih lanjut Eva menuturkan, selain masalah akreditasi unggul dan jumlah mahasiswa, hal lain yang perlu ditekankan adalah layanan terbaik untuk merawat mahasiswa yang telah didapatkan. Jangan sampai mahasiswa yang telah susah-susah didapatkan disia-siakan atau dibiarkan saja saat menghadapi masalah.
“Bila ada mahasiswa kesulitan, tolong dibantu. Berikan layanan yang terbaik agar para mahasiswa merasa nyaman dan senang dalam menempuh studi di kampus kita,” urai Muhdi.
Di luar itu, lanjut Eva, para dosen agar terus meningkatkan publikasi jurnal ilmiah dan jumlah sitasi dari artikel jurnal ilmiah. Ada kebijakan baru dalam akreditasi yang menghitung jumlah sitasi bukan pada jumlah sitasinya, tapi pada jumlah artikel yang disitasi.
“Meskipun sitasinya banyak, tapi bila yang disitasi hanya satu artikel ilmiah saja, nilainya hanya dihitung satu. Jadi harus banyak artikel ilmiah yang disitasi,” tandas Eva. (za)




