
MENDUNG masih menggantung di langit Kota Semarang ketika rombongan bus Kuliah Kerja Lapangan (KKL) FPBS Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mulai bertolak ke Pulau Bali. Waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB, angin semilir meredam panas udara. Bibit hujan mulai terlihat.
Mendekati pintu masuk Tol Gayamsari, bus sejenak mengeram, mengatur akselerasi, lalu kembali melesat dengan cepat. Tol tak begitu ramai, tapi gerimis membuat semua melambat. Dan seperti biasa, perjalanan akan memakan waktu berjam-jam sebelum mencapai penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

Bagi Nazirazin, perjalanan menuju Pulau Bali kali ini adalah untuk yang pertama. Waktu sekolah dulu, karena ada himbauan larangan studi wisata, angkatan mereka urung ke Pulau Bali. Dan baru di masa kuliah di Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD) inilah, cita-citanya menuju Pulau Bali kesampaian.
“Dulu perginya ke Parangtritis. Jadi belum sempat pergi ke Bali. Jadi ya penasaran banget sama situasi yang di sana,” tutur Nazirazin.

Hal serupa diungkapkan juga Khanana. mahasiswi yang juga mengambil studi di PBSD. Khanana juga mengaku baru pertama kalinya menuju Pulau Bali. Harapannya untuk ke Bali bersama teman sekolah pupus karena saat itu ada larangan sekolah menggelar study tour oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
“Belum pernah. Dulu kan ada larangan study tour saat sekolah. Jadi tidak ada kesempatan untuk berpiknik,” tandasnya.
Lain halnya dengan Oktavia Nisya Puteri, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI). Oktavia mengaku sudah pernah berwisata di Pulau Bali. Cewek asal Blora ini mengaku sekolahnya dulu diam-diam berangkat ke Bali karena desakan para siswa.
Ditanya apa yang dikangeni dari Bali. Sambil tersenyum dia mengatakan makanan khas dan oleh-olehnya. Tapi soal destinasi yang paling mengesankan, dia menyebutkan Istana Kepresidenan Tampaksiring Bali.
“Bangunannya khas. Dan situasinya sangat tenang. Sangat indah dan membuat hati adem,” tutur Oktavia yang merasa sedih karena dalam studi tour kali ini tidak ada agenda mampir ke Istana Tampaksiring.
Dekan FPBS, Siti Musarokah MPd, dalam agenda koordinasi sebelumnya, mengingatkan bahwa kegiatan KKL merupakan bagian dari mata kuliah. Dia berpesan agar mahasiswa senantiasa mengikuti arahan dosen pendamping dan menjaga nama baik kampus.
“Semoga dilancarkan dan selalu ingat untuk menjaga nama baik kampus saat menjalankan kegiatan,” tutur Siti Musarokah. (za)




