
Semarang, derapguru.com – Anggota MPR RI Dr. H. Muhdi, SH., M.Hum melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di SMK Muhammadiyah 1 Semarang, Kamis (11/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK Muhammadiyah 1 Semarang, Jalan Indraprasta No. 37, Pindrikan Lor, Semarang Tengah, ini diikuti oleh guru, pengurus OSIS, dan siswa sebagai peserta aktif.
Dalam pemaparannya, Dr. H. Muhdi menegaskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara memiliki peran strategis dalam membangun identitas dan karakter bangsa, khususnya di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki fondasi ideologis yang kuat agar tidak kehilangan jati diri serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.
“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai Pancasila harus dipahami dan diamalkan sejak dini oleh para pelajar,” ujar Muhdi di hadapan peserta kegiatan.

Muhdi juga menyoroti peran Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang memiliki ideologi sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Nilai keislaman, kemanusiaan, dan kemajuan yang menjadi prinsip Muhammadiyah dinilai mampu memperkuat pendidikan karakter dan nasionalisme generasi muda, khususnya di lingkungan sekolah.
Sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, SMK Muhammadiyah 1 Semarang dinilai memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik. Melalui integrasi antara ideologi Muhammadiyah dan Pancasila, sekolah diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis dan keterampilan vokasi, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan dan nasionalisme yang kuat.

Dalam kegiatan tersebut, sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika disampaikan secara komprehensif. Materi disajikan melalui pemaparan dan diskusi interaktif yang mendorong partisipasi aktif siswa. Melalui pendekatan ini, peserta diajak untuk memahami relevansi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Keterlibatan guru dan pengurus OSIS dalam kegiatan ini turut memperkuat proses internalisasi nilai kebangsaan secara berkelanjutan. Guru diharapkan dapat menjadi teladan dalam penerapan nilai Pancasila, sementara OSIS berperan sebagai penggerak kegiatan positif yang mencerminkan semangat persatuan dan nasionalisme di lingkungan sekolah.

Kegiatan sosialisasi ini mendapat respons positif dari para peserta. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi dan dialog kebangsaan. Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dinilai mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta mencintai tanah air.
Dr. H. Muhdi berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Melalui sinergi antara Pancasila dan ideologi Muhammadiyah, ia berharap dapat melahirkan generasi muda Indonesia yang berakhlak mulia, berwawasan kebangsaan, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. (amr/yud)




