
Semarang, derapguru.com-Sesuai keputusan organisasi PGRI Jawa Tengah akan menyelenggarakan Konferensi Kerja Provinsi tahun kedua MB XXIII di Balairung Universitas PGRI Semarang, 25-26 April 2026. Terkait dengan itu perlu dilakukan pemeriksaan keuangan PGRI Jawa Tengah oleh perwakilan pengurus PGRI Kabupaten/kota. Pemeriksaan keuanagn ini adalah bentuk pertanggung jawaban organisasi, sebelum pelaksanaan Konkerprov PGRI Jawa Tengah. Untuk itu, pengurus yang telah ditunjuk sebagai pemeriksa diharapkan bisa melakukan pemeriksaan dengan sungguh-sungguh, cermat dan teliti. “Pemeriksaan keuangan PGRI Jawa Tengah ini adalah bentuk pertanggung jawaban organisasi, sebelum pelaksanaan Konkerprov PGRI Jawa Tengah”, ujar Ketua PGRI Jateng, Dr Muhdi SH M Hum saat membuka acara pemeriksaan keuangan PGRI Jateng dan keuangan Danset, di gedung PGRI Jalan Lontar, Rabu 8 April 2026.

Tim pemeriksa terdiri dari; Drs H Wahyono, M.Pd (Kares Surakarta), Drs Darono, (Kares Pati), dan Suprapto, SPd MPd (Kares Semarang). Turut mendampingi pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah, yakni Wakil Ketua Drs Jumanto, MPd, Bendahara Drs Wahadi, Wakil Sekretaris Drs Sukaton Priyatno dan Wakil Bendahara Muslih, SPd, MAcc.

Pada hari yang sama di ruangan berbeda, juga dilakukan pemeriksaan Keuangan Danset oleh tim pemeriksa keuangan yang terdiri dari Ketua PGRI Kota Salatiga (Saeful Huda), Ketua PGRI Kab. Blora, (Yatni M.Pd), Ketua PGRI Kab.Brebes (Sutikno), Ketua PGRI Kab. Purbalingga (Joko Sumarno), Ketua PGRI Kabupaten Wonosobo, Suratman, dan Ketua PGRI Kab. Sukopharjo (Karsidi).

Wakil Ketua Danset yang juga Sekum PGRI Jateng, Drs Aris Munandar MPd menyatakan, bahwa sesuai SOP (red: Standard Operating Procedure), sebelum rapat tahunan Yayasan perlu dilakukan pemeriksaan internal oleh Pengurus PGRI Kab/Kota dan oleh akuntan publik. “saat ini adalah pemeriksaan internal”, ujar Aris Munandar menegaskan.
Pembukaan acara Pemeriksaan Danset dan PGRI Jateng dilakukan secara bersamaan oleh Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi SH M Hum, bertempat di AULA PGRI Jateng, Rabu 8 April 2026.
Dr Muhdi menyatakan Danset adalah sebuah Yayasan yang ada pasang surutnya. Pada masa lalu pernah dianggap sebagai sumber keuangan organisasi, dan lupa bahwa pada saat tertentu ada ledakan anggota yang pensiun. Alhamdulillah masa itu telah kita lewati dan kini Danset dikelola dengan baik, sehingga terus melayani hak-hak anggota, yakni memberikan santunan pensiun bagi anggota yang pensiun dan santunan duka bagi yang anggota meninggal dunia.
Dr Muhdi juga berpesan agar kita terus menjaga hubungan kepercayaan Pengurus Kabupaten/kota dengan Provinsi, serta pengurus Cabang dengan provinsi, agar program-program organisasi dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan anggota.
Usai pembukaan, Ketua Danset yang juga wakil Ketua PGRI Jateng Dr Hj Sri Suciati M Hum memaparkan perkembangan Yayasan yang dipimpinnya dihadapan para pengawas dan pemeriksa. Dikatakan, jumlah anggota Daspen per 31 Desember 2025 sebanyak 194.892 orang. Sumbangan anggota terdiri tiga katagori, dengan jumlah sumbangan berbeda. Pada tahun 2025 dengan kuota pensiun 850 orang per bulan, anggota katagori I menyumbang sebesar Rp. 12.750, katagori II Rp. 17.000, dan katagori III Rp. 21.250.
“Untuk menjadi anggota Daspen harus menjadi anggota PGRI terlebih dahulu. Jika ada daerah yang jumlah anggota Daspen lebih banyak dari jumlah anggota PGRI berarti ada yang salah, dan harus dibetulkan”, ujar Dr Hj Sri Suciati mengingatkan.
Usai pemaparan materi danset dilanjutkan dengan pemeriksaan mengenai pengeolaan administrasi dan keuangan Danset periode Januari – Desember 2025.
Turut hadir dan mendampingi ketua dalam acara tersebut, Wakil Ketua PGRI Jateng, H Sakbani, Wakil Ketua Drs Sutikno, Sekum Drs Aris Munandar, Wakil Sekretaris Dr Sapto Budoyo, Bendahara Drs Wahadi, Wakil Bendahara Muslih SPd M.Acc (pur)




