
KABUT masih merayap ketika rombongan mulai bergerak menuju destinasi pertama: The Blooms Garden. The Blooms Garden adalah taman bunga seluas 4.5 hektar dengan pemandangan beragam jenis bunga di tengah udara sejuk dataran tinggi.
Ada beragam jenis bunga yang tersebar di sejumlah area. Area kebun bunga tersebut di antaranya Taman Dewi Danu (The Goddess of The Lake), Taman Oval, Taman Merak, Taman Belanda, dan Taman Cinta. Salah satu uang menarik dari berbagai taman ini adalah tanaman Balinea Begonia.

Balinea Begonia adalah tanaman Begonia ikonik khas Bali. Tanaman ini terkenal dengan warna merah mencolok, ketahanan terhadap cuaca panas maupun hujan, serta kemudahan dalam perawatan. Bunga ini dapat tumbuh subur di dataran tinggi maupun rendah.
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Nadia Fridayanti, mengaku lebih senang melihat patung-patung yang indah ketimbang menikmati taman bunganya. Mungkin ini dikarenakan masih banyak taman yang belum berkembang dengan baik (masih masa pengembangan).

“Lebih indah foto di patung-patungnya. Jadi tadi lebih banyak mengambil spot foto di dekat patung,” ungkap Nadia.
Hal yang serupa disampaikan Mahasiswa Bahasa Jawa, Pranaja Asa Damar, mengaku biasa saja karena memang tidak minat pada urusan bunga. Hal yang menarik baginya justru suasana alamnya yang segar dan membuat pikiran fresh.

“Saya lebih suka di spot alamnya, bukan dispot foto. Ya karena saya memang suka suasana alam. Kalau untuk orang yang suka foto-foto ya pasti suka. Banyak spot fotonya,” tutur Pranaja.
Kurang lebihnya sebuah destinasi tentu sesuai dengan pangsa pasarnya. Dan The Blooms Garden memang pasar bagi orang-orang yang berburu foto untuk pamer di Instagram. (za)




