
Banjarnegara, derapguru.com – Pembatasan media sosial di Indonesia akan berlaku mulai Maret 2026 berdasarkan PP No. 17 Tahun 2025 (PP Tunas). Kebijakan ini meniru beberapa negara lain yang sudah menerapkan pembatasan Medsos untuk melindungi anak dari bahaya digital. Aturannya sendiri terdiri dari: <13 tahun dilarang, 13-16 tahun akses dengan izin dan pendampingan orang tua, sementara <16-18 tahun akses terbatas sesuai risiko platform, dengan verifikasi usia dan kontrol orang tua menjadi kunci.
Dengan pembatasan tersebut diharapkan semua pihak, terutama anak, harus mulai bertindak secara bijak dalam bersosial media.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinkominfo Banjarnegara Sagiyo dalam acara Dinkominfo Goes to School yang digelar di SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara, Selasa 13 Januari 2026.
Di hadapan 800 an siswa, Sagiyo mengungkapkan bahwa ancaman anak-anak sekarang lebih banyak melalui gawai.
“Maka pandai-pandailah dalam bersosial media, harus menerapkan literasi digital yang baik. Contohnya beberapa waktu yang lalu, seorang remaja di Banjarnegara, memakai aplikasi lowongan kerja di Kamboja. Setelah diterima dan sampai di Kamboja, ternyata aplikasi itu menyesatkan untuk menjadi operator judi online di sana,” jelas Sagiyo.
Karenanya ia berharap para siswa memiliki kompetensi digital, bertanggung jawab, memiliki etika sosial dan moral dalam dunia digital.

Selain diberikan materi mengenai literasi digital, para siswa juga diajak belajar tentang public speaking oleh Pranata Humas Dinkominfo Banjarnegara Fazira Ulfah.
Fazira mengungkapkan bahwa kemampuan public speaking bukanlah sesuatu yang bawaan lahir, namun dapat dipelajari.
“Dengan public speaking yang baik, akan membangun rasa percaya diri. Dengan itu maka akan mempermudah dalam membangun relasi dan juga koneksi yang menguntungkan,” ujar Fazira.
Kunci untuk memiliki public speaking yang baik, tambah Fazira, adalah jangan takut salah mencoba, menyiapkan materi, membuat pointer, dan tidak menghafal.
“Public speaking itu seperti otot, jadi semakin dilatih, ia akan semakin kuat. Maka banyak-banyaklah latihan dan menambah jam terbang,” tandas Fazira.
Para peserta juga berkesempatan mempelajari aneka media yang dikelola oleh Dinkominfo Banjarnegara mulai dari Radio Suara Banjarnegara, laman resmi dan aneka sosial media resmi Pemkab Banjarnegara.
Kepala SMAN 1 Sigaluh Linovia Karmelita mengaku sangat bangga sekolahnya dipilih menjadi tuan rumah Dinkominfo Goes to School.
“Ini acara pertama di sekolah, kami bangga terpilih menjadi tuan rumah yang pertama. Semoga memberikan banyak manfaat bagi para siswa, utamanya untuk memahami literasi digital,” harap Linovia. (H Purwono)




