
SEMARANG, derapguru.com — Kolaborasi dalam bidang penelitian antara FEB Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dengan FEB Universitas Negeri Jakarta (UNJ) makin mantap dilakukan. Dua tahun sebelumnya, joint research keduanya telah berjalan baik dan melahirkan luaran jurnal internasional bereputasi.
Tahun ketiga ini, joint research kembali dilakukan dengan membidik topik Strategi Marketing dalam Pengembangan Terpadu Model Pariwisata Kawasan Joglosemar (Jogjakarta, Solo, Semarang). Dengan lokus demikian, maka UPGRIS menjadi “markas” para peneliti dua universitas ini.
Dekan FEB UPGRIS, Dr Heri Prabowo MM, menuturkan bahwa joint research yang dilakukan tidak hanya melibatkan dosen, tapi juga melibatkan mahasiswa. Kedua unsur tersebut berkolaborasi untuk mendapatkan hasil riset yang matang dan sempurna.
“Penelitian kali ini dipusatkan di tiga kota, yaitu Semarang, Solo dan Jogjakarta. Penggalian informasi dan pengumpulan data dilakukan dengan melaksanakan Focus Group Discussion (FGD),” urai Heri Prabowo.
Heri Prabowo menambahkan, untuk kegiatan FGD sendiri dilaksanakan selama dua hari berturut-turut di Wisma UPGRIS Sriwijaya. Pada kegiatan FGD, dihadirkan berbagai narasumber yang terkait dengan kepariwisataan.
“Kami hadirkan Kesbangpol Jawa Tengah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Dinas Koperasi UMKM Kota Semarang, ASITA Kota Semarang serta biro wisata dan beberapa pelaku pariwisata,” urai Heri Prabowo.
Menurut Agung Kresnamurti Rivai Prabumeneng selaku Ketua Tim Peneliti, tujuan dilaksanakan FGD untuk menggali data kualitatif secara mendalam dengan memahami pandangan serta perilaku partisipan terkait dengan topik penelitian yang diangkat.
“Selain itu, kegiatan FGD juga untuk mengembangkan konsep, hal terlihat dengan banyak ide baru dan tentu ini akan memperkuat dan menjawab solusi yang relevan,” tambah Agung.
Dekan FEB Universitas Negeri Jakarta, Prof Dr Mohamad Rizan SE MM, menyampaikan kolaborasi yang terus dilakukan dari tahun ke tahun telah menunjukan peningkatan kualitas yang sangat baik. Setelah sukses dengan Riset Kolaborasi, International Community Service, selanjutnya akan dilakukan kolaborasi dan inovasi di lain program.
“Seperti program one lecture one scopus, kolaborasi kerjasama internasional untuk meningkatkan daya saing internasional bagi dosen dan mahasiswa yang tentunya akan memberikan dampak positif bagi Universitas Negeri Jakarta maupun UPGRIS,” pungkasnya. (za)