
PURBALINGGA, derapguru.com — PGRI Jawa Tengah merasa sangat bersyukur karena organisasi ini memiliki unit-unit usaha yang bisa menopang kegiatan-kegiatan organisasi. Pasalnya, iuran organisasi yang dikumpulkan tiap bulan oleh anggota PGRI Jateng ternyata hanya mampu menopang 40 persen kegiatan organisasi.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr Hj Sri Suciati MHum saat membuka acara “Konferensi Kerja PGRI Purbalingga” yang digelar di Gedung PGRI Purbalingga, Sabtu 23 Mei 2026.

“Kita memiliki unit-unit usaha. Kita memiliki Bank Guru, yang tidak dimiliki PGRI manapun di seluruh Indonesia. Kita memiliki Majalah Derap Guru Jateng yang oplahnya mencapai 40 ribu eksemplar. Kita juga memiliki unit usaha hotel ya, namanya New Kencana Hotel di Purbalingga ini,” urai Sri Suciati.
Sri Suciati juga menambahkan bahwa PGRI Jawa Tengah juga memiliki rumah makan dan pemancingan baru di Salatiga bernama Banyu Bening. Selain itu, kita juga memiliki Kampus UPGRIS yang selalu kita gunakan untuk kegiatan PGRI Jawa Tengah secara gratis.


“Oleh karena itu bila ada kabar burung yang mengatakan ‘PGRI gaweane mung nariki iuran wae‘, itu tidak benar. Karena iuran anggota hanya cukup untuk membiayai 40 persen kegiatan organisasi,” tutur Sri Suciati.o kuu tr
Terkait dengan kegiatan konferensi, Sri Suciati menyampaikan bahwa kehadirannya dalam konferensi ini adalah untuk mewakili Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr H Muhdi SH MHum, yang kebetulan sedang mengikuti agenda rapat Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.


“Bapak Muhdi menyampaikan salam untuk Bapak Ibu Semua. Semoga kegiatan ini bisa berjalan baik dan menghasilkan program-program yang baik untuk organisasi dan anggota,” tutur Sri Suciati.
Ketua PGRI Purbalingga, Joko Sumarno MPd, menyampaikan bahwa konferensi kerja merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan secara berjenjang mulai tingkat pusat sampai ranting. Ada dua agenda penting yang digelar dalam konferensi kerja, yakni mengevaluasi kinerja satu tahun terlewat dan merencanakan program kerja satu tahun ke depan.
“Pada kinerja tahun sebelumnya ada banyak program yang telah berhasil kita jalankan. Tapi ada beberapa program yang tidak bisa kita jalankan karena berbagai hal,” ungkap Joko Sumarno.


Sementara itu, Bupati Purbalingga yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Purbalingga, Tri Gunawan Setyadi SH MH, menyampaikan bahwa ada empat hal penting dalam dunia pendidikan yang perlu diperhatikan. Bila keempatnya dapat dijalankan secara baik maka akan maju dan meningkat kualitas pendidikannya.
“Ada empat hal yang perlu diperhatikan agar pendidikan menjadi maju, yaitu peningkatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi informasi, pembangunan karakter peserta didik, dan pembinaan profesi guru secara sistematis,” tutur Tri Gunawan Setyadi.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Biro Penelitian dan Pengabdian PGRI Jawa Tengah, Prof Dr Listyaning Sumardiyani MHum. (za)




