
SURAKARTA, derapguru.com — PGRI Jawa Tengah telah berjuang habis-habisan dalam memperjuangkan nasib guru honorer. Hasil perjuangan tersebut dapat dilihat dengan masuknya seluruh honorer menjadi ASN PPPK, baik yang penuh waktu dan paruh waktu.
Hal tersebut disampaikan Ketua PGRI Jateng yang juga Wakil Ketua Komite I DPD RI, Dr H Muhdi SH MHum, saat memberikan materi Sejarah Perjuangan PGRI Jawa Tengah dalam acara Penguatan Kapasitas Pengurus (PKP) untuk pengurus PGRI Kota Surakarta dan PGRI Boyolali di SMKN 4 Surakarta, Sabtu 30 Agustus 2025.
“Untuk honorer, kita telah berjuang habis-habisan. Mulai perjuangan menyakinkan pemerintah akan kekurangan guru. Sampai perjuangan supaya mereka dapat masih formasi ASN PPPK,” tutur Muhdi.
Muhdi menambahkan, perjuangan untuk honorer ini tidak mudah karena tiba-tiba pemerintah tidak hanya membuka formasi untuk honorer saja, tapi juga membuka formasi untuk umum. Makin rumit lagi ketika pemerintah menambahkan embel-embel bagi yang lolos passing grade akan langsung penempatan.
“Ternyata banyak guru swasta (non-honorer) yang lolos passing grade (P1), sebaliknya banyak honorer justru gagal seleksi. Dari guru yang lolos P1, ternyata juga banyak yang jurusannya tidak ada formasi. Akibatnya, sampai sekarang masih ada lebih dari seribu P1 yang menunggu penempatan dan terus kita perjuangkan nasibnya,” urai Muhdi.
Muhdi juga menyampaikan ada banyak perjuangan PGRI Jateng yang harus diketahui oleh para pengurus dan anggota. Beberapa di antaranya adalah perjuangan untuk memastikan usia pensiun guru 60 tahun yang dilatarbelakangi peristiwa guru pensiun usia 56 tahun di Purworejo. Ada pula perjuangan melahirkan UU Guru dan Dosen yang bermuara pada lahirnya tunjangan profesi guru.
“Termasuk perjuangan menghadapi RUU Sisdiknas yang berupaya menghilangkan tunjangan profesi,” tandas Muhdi
Sementara itu, Sekretaris PGRI Jateng Drs H Aris Munandar MPd menyampaikan bahwa kegiatan penguatan kapasitas pengurus ini menjadi cara PGRI untuk memberikan bekal dasar keorganisasian bagi pengurus kabupaten/kota yang kebetulan banyak diisi oleh wajah-wajah baru.
“Para pengurus PGRI harus tahu bagaimana perjuangan PGRI selama ini. Ini bisa menjadi modal bagi pengurus untuk menjelaskan pada anggota bagaimana upaya-upaya organisasi dalam memperjuangkan kepentingan guru,” tutur Aris Munandar.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua PGRI PGRI Jateng H Sakbani SPd MHum, Wakil Ketua PGRI Jateng Dr
Hj Sri Suciati MHum, Sekretaris PGRI Jateng Drs H Aris Munandar MPd, Wakil Sekretaris Dr H Sapto Budoyo SH MH, Bendahara PGRI Jateng Drs H Wahadi MH, Wakil Sekretaris PGRI Jateng Sukaton Purtomo Priyatno, dan Kabiro Digitalisasi Organisasi Dr Joko Siswanto MPd. (ZA)