
UNGARAN, derapguru.com — Bukan sulap bukan sihir, minyak jelantah jadi tapir, eh bukan, jadi lilin hias. Bikin heran memang, tapi nyatanya demikian. Di tangan mahasiswa KKN UPGRIS di Gedanganak, minyak jelantah disulap menjadi lilin hias.
Praktik menyulap minyak jelantah menjadi lilin hias inilah yang dilatihkan mahasiswa KKN UPGRIS pada warga Gedanganak Ungaran Timur, baru-baru ini. Tujuannya sederhana saja, mengubah limbah menjadi produk yang bermanfaat.
Ketua KKN UPGRIS Gedanganak, Masayu Amalia Yulianti, mengatakan, pembuatan lilin dari minyak jelantah ini memanfaatkan reaksi kimia. Kegiatan ini dimulai dengan melakukan penjernihan warna jelantah menggunakan bleaching earth. Minyak kemudian didiamkan selama 24 jam agar proses penyaringan optimal.
“Minyak yang telah bersih kemudian dipanaskan bersama parafin, ditambahkan krayon sebagai pewarna, serta molto sebagai pewangi agar menghasilkan lilin yang menarik dan harum,” tutur Masayu.
Setelah proses pencampuran selesai, lanjut Masayu, para peserta diberi kesempatan mencetak lilin sesuai dengan kreativitas masing-masing. Beragam bentuk dan warna lilin pun tercipta.
“Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada peningkatan kesadaran lingkungan. Minyak jelantah sering kali dibuang sembarangan dan dapat mencemari lingkungan. Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah rumah tangga bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual,” ujarnya.
Ketua PKK RW 06 Kelurahan Gedanganak, Rosidah, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan baru bagi ibu-ibu. Selain membantu menjaga lingkungan, hasilnya juga cantik dan bisa dikembangkan menjadi peluang usaha rumahan. (za)




