
SEMARANG, derapguru.com — Ketua YPLP DM PGRI Provinsi Jawa Tengah, Mualip SPd MM, menyatakan pengelolaan sekolah-sekolah PGRI di Kota Semarang bisa menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya. Hal ini didasari banyaknya terobosan positif dan semakin tumbuh kembangnya sekolah-sekolah PGRI di Kota Semarang.
“Di berbagai daerah, saat kami mengunjungi YPLP DM di kabupaten/kota, kami selalu mencontohkan PGRI Kota Semarang. Saya sampaikan agar bisa mencontoh bagaimana pengelolaan sekolah-sekolah PGRI di Kota Semarang,” urai Mualip.

Mualip menambahkan, selama mengelola YPLP DM di tingkat PGRI Provinsi Jawa Tengah, Mualip sering berkomunikasi dengan pengelola YPLP DM Kabupaten/Kota di seluruh Jawa Tengah. Uniknya, khusus dalam komunikasi dengan YPLP DM Kota Semarang nyaris tidak pernah ada satupun keluhan-keluhan yang disampaikan padanya.
“Setiap kali berkomunikasi, yang disampaikan hanyalah hal-hal baik dan positif. Yang disampaikan hanya rencana pengembangan dan terobosan-terobosan saja. Tidak pernah curhat tentang sekolah-sekolah PGRI yang begini-begitu,” ungkap Mualip mengapresiasi cara berpikir YPLP DM Kota Semarang.

Sementara itu, Wakil Ketua V PGRI Jawa Tengah, Sutikno MPd–mewakili Ketua PGRI Jateng Dr H Muhdi SH MHum–, menyampaikan permohonan maaf karena Ketua PGRI Jawa Tengah berhalangan hadir dalam acara. Saat ini beliau sedang menjalankan tugas sebagai DPD Jateng yang harus menjalani sidang-sidang legislasi di Gedung Senayan Jakarta.
Di luar itu, Sutikno juga menyampaikan salam dari Ketua PGRI Jateng dan ucapan selamat merayakan idul fitri. Dia berharap masa-masa lebaran bisa menjadi momentum bagi seluruh insan pendidikan untuk saling bermaaf-maafan.
“Menyemarakkan hari lebaran, kami Pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah, yang secara langsung maupun tidak langsung berelasi dengan Bapak-Ibu. Apabila kami dalam memberikan layanan masih kurang memuaskan, kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ungkap Sutikno.
Sutikno juga menambahkan, sebelum dirinya bergabung di PGRI Jawa Tengah, dia pernah di menjadi Ketua PGRI Cilacap dan pernah pula menjadi pengelola YPLP DM PGRI Cilacap. Setiap kali ada kunjungan, isinya memang hanya tentang curhat kondisi sekolah-sekolah PGRI yang semakin sulit.
“Memang harus diakui bahwa kompetisi antarsekolah semakin keras. Kompetitor semakin banyak. Dan sekolah-sekolah kompetitor kita ini memiliki gedung-gedung yang bagus dan cara berkomunikasi yang bagus dengan masyarakat. Dan ini menjadi tantangan bagi kita sebagai pengelola sekolah-sekolah PGRI,” ungkapannya. (za)




