
Beneath the moonlight, Here I stand thinking of your smile, Soft and grand, Your shadow dances in the gentle air, making the night feel warm and fair… (Moon Veil, Raselhits)
SEBUAH nukilan dari lagu “Moon Veil” yang dipopulerkan Raselhits terdengar lembut saat dibawakan Rektor UPGRIS, Dr Hj Sri Suciati MHum. Nukilan lagu ballad ini merupakan salah satu lagu Raselhits yang berhasil meledak selain lagu-lagu lain seperti: Alone with Memories dan Love or Leave.
“Banyak orang memang memaknai lagu ini sebagai lagu cinta, dan betul itu (memang) lagu Cinta. Tapi bagi saya, dengan gambaran situasi dan kondisi yang dilukiskan di dalam lagu itu, betul-betul membuat saya merinding, karena rasanya Tuhan hadir di dalam hati saya,” urai Sri Suciati.



Alunan lagu Moon Veil yang dibawakan Rektor UPGRIS inilah yang menjadi salah satu momen menarik saat “Halal Bihalal Kelurga Besar Universitas PGRI Semarang” digelar di Balairung UPGRIS Kampus Cipto Semarang, Kamis 26 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut Sri Suciati juga menekankan pentingnya rasa syukur atas apa yang diberikan dan dipercayakan Tuhan pada diri kita. Sebab apa yang telah kita miliki saat ini, bisa jadi adalah impian besar yang sedang didambakan orang lain.
“Sehat kita adalah mimpi bagi mereka yang terbaring sakit di luar sana. Pekerjaan kita merupakan mimpi bagi orang lain di luar sana,” urai Sri Suciati.



Untuk itulah, Sri Suciati berharap, melalui momen halal bihalal ini, selain untuk saling bermaafan, juga menjadi momen untuk kembali memberikan yang terbaik untuk kampus UPGRIS tercinta. Diharapkan, selepas libur hari raya, semua dapat kembali mengabdi secara maksimal untuk kebesaran kampus.
Ketua YPLP PT PGRI Jawa Tengah, H Sakbani SPd MH, menyampaikan ucapan selamat idul fitri pada seluruh keluarga besar UPGRIS dan juga permohonan maaf apabila ada kesalahan, baik yang disengaja atau tidak disengaja, selama membersamai keluarga besar ini.
“Kami atas nama pribadi dan yayasan mengucapkan selamat hari raya idul fitri. Dan barang tentu kepada Pak Pembina kami mohon maaf, karena masih ada beberapa pekerjaan yang belum dijalankan sesuai dengan arahan Pembina,” urai Sakbani.



Dalam momen tersebut, Sakbani menyampaikan pesan yang pernah disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al Misbah, KH Husein Ilyas. Ada sifat-sifat mulia yang bisa diikuti, yakni as-shofa (hati yang suci) dan al-wafa (tepat komitmen).
Sementara itu, Pembina UPGRIS yang juga Wakil Ketua Komite I DPD RI, Dr H Muhdi SH MHum, menyampaikan hakikat halal bihalal adalah saling memaafkan. Dalam proses saling memaafkan, antara yang meminta maaf dan yang memberi maaf, lebih mulia yang meminta maaf.



“Ini yang kadang-kadang buat suami isteri (bermasalah), siapa dulu yang harus meminta maaf. Mentang-mentang laki-laki (memilih) bertahan, tapi biasanya ibu-ibu (lebih tangguh untuk) bertahan. Sampai-sampai semalam tidur ungkur-ungkuran,” urai Muhdi
Muhdi menambahkan, dalam konteks dunia perguruan tinggi, orang yang paling mulia tidak hanya orang yang tinggi ilmunya. Bukan para profesor atau doktor-doktor yang memiliki pendidikan tinggi, melainkan orang-orang yang mudah memaafkan atau orang yang lapang hatinya.



“Mengapa seperti ini, karena hakikatnya memberi maaf itu bukan untuk orang lain. Memberi maaf sebenarnya untuk diri sendiri, untuk membebaskan hati kita,” tandas Muhdi.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut seluruh pejabat struktural Kampus UPGRIS, para pengurus PGRI Jawa Tengah, para dosen dan karyawan, dan segenap sivitas akademika di Universitas PGRI Semarang. (za)




