
module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Hdr; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 49.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
SEMARANG, derapguri.com — Lebih baik melakukan tindakan antisipatif (pencegahan) daripada harus melakukan pengobatan. Dengan tindakan antisipasif, seseorang bisa menghindari sakit, ketimbang harus sakit dulu baru kemudian menanganinya.
Pesan tersebut disampaikan Dekan FIP UPGRIS, Dr Arri Handayani SPsi MSi, di sela kegiatan ‘Cek Kesehatan Gratis bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan FIP’ yang dipusatkan di Metting Room 2fl Menara Gedung Pusat (GP) UPGRIS Kampus Cipto Semarang, Kamis 4 Desember 2025.
“Bagaimanapun mencegah jauh lebih baik daripada mengobati,” tandas Arri Handayani.
Arri menambahkan, ada beberapa hal yang diperiksa dalam upaya pengecekan kesehatan tersebut. Beberapa di antaranya adalah cek kesehatan telinga, cek kesehatan mata, kadar kolesterol, kadar purin, tekanan darah, kadar gula darah, dan lain-lain.
Lebih lanjut Arri menuturkan, tujuan dilakukannya cek kesehatan ini sebagai bagian dari layanan kami untuk turut memperhatikan kesehatan dosen dan tenaga kependidikan. Dalam ritme kerja yang serba pada dan cepat, seringkali para dosen dan tenaga kependidikan lupa untuk menjaga kesehatan.
“Ini juga upaya kami untuk selalu mengingatkan pada teman-teman agar mengingat dan menjaga kesehatan. Bisa mengatur ritme kerja dan menyesuaikan diri dengan kondisi fisik masing-masing,” tambah Arri.
Untuk proses pengecekan kesehatan, lanjut Arri, pihaknya menggandeng paramedis dari Puskesmas Halmahera Semarang. Dengan melibatkan tenaga medis, diharapkan hasil yang didapatkan bisa memiliki akurasi yang baik. (za)




