
Semarang, derapguru.com. Bertempat di SD Negeri Mangkang Kulon 01 dan SD Negeri Mangkang Kulon 02, Rabu (20/8). Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) suasana pagi hari sangat ramai riuh peserta lomba dari perwakilan setiap sekolah di wilayah satuan pendidikan kecamatan Tugu kota Semarang.
Terlihat guru pendamping, kepala sekolah dan orang tua mengantar serta mendampingi siswa dari perwakilan masing masing sekolah.
Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) merupakan salah satu ajang guna menjaring bakat dan kompetensi siswa pada bidang literasi khususnya yang berkaitan dengan bahasa jawa.
Ada tujuh cabang lomba yang dilaksanakan pada FTBI tahun 2025 yaitu Nulis cerkak atau nulis cerita pendek dengan menggunakan basa jawa, sesorah atau pidato basa jawa, ndongeng, nulis lan maca aksara jawa, nembang macapat, maca geguritan dan ndagel ijen.
Adapun jumlah seluruh peserta FTBI Satuan Pendidikan Kecamatan Tugu sejumlah 98 peserta putra dan putri, dengan diambil kejuaraan 1,2, dan 3 serta harapan 1,2, dan 3.
Acara dibuka oleh ketua K3S Satpen Tugu, Sriyatun, S. Pd., pada kesempatan tersebut Bu Sri menyampaikan bahwa FTBI bukan sekadar lomba saja tetapi ada nilai nilai karakter yang muncul di dalam setiap perlombaan.
Selain itu pada pembukaan juga ditampilkan kesenian warok yang diperagakan oleh siswa dari SD Negeri Mangkang Kulon 01, dilanjut dengan penyematan tanda peserta.
Acara berlangsung sangat meriah, mulai dari penampilan ndagel ijen di halaman sekolah sampai nembang macapat.
Salah satu siswa peserta ndagel ijen dari SDN Mangkang Kulon 01, Icha Nur’aini merasa senang, dan deg degan, senang karena sudah dilatih oleh bapak ibu guru, deg degan karena peserta baik semua. Namun Icha sangat berharap bisa juara di FTBI tahun 2025 di tingkat kecamatan Tugu ini.
Ketua Panitia pelaksana FTBI Satpen Tugu tahun 2025, Nur Rakhmat mengatakan bahwa FTBI terlaksana berkat kerjasama dan kerjakeras seluruh siswa, guru, kepala sekolah dan orang tua se kecamatan Tugu.
Adapun juara masing masing kategori dari kecamatan Tugu yang mewakili menuju FTBI kota Semarang 2025 adalah Ndongeng putra, Andhika Surya dari SDN Tugurejo 02, Ndongeng Putri, Syiehren Sofian dari SDN Tugurejo 02.
Maca geguritan Putra Desta Arya D, dari SDN Tugurejo 02, maca geguritan putri, Kayla Raissa dari SDN Tugurejo 01. Nembang macapat putra, Alvero Riski G, dari SDN Tugurejo 03, nembang macapat putri, Danesmara G. Andhi K, dari SDN Tugurejo 01.
Sesorah putra, Ikbar Yoga Sasongko dari SDN Mangkang Kulon 01, sesorah putri, Juliana Dewi dari SDN Randugarut. Ndagel ijen putra, M. Haidar Ibnu dari SDN Karanganyar 01, Ndagel Ijen Putri, Icha Nur’aini dari SDN Mangkang Kulon 01.
Nulis cerkak putra, Yudhistira Dhinar dari SDN Mangkang Kulon 01, nulis cerkak putri, Aqila Khanza dari SDN Karanganyar 02. Nulis lan maca aksara jawa putra, Asraf Zahirul Ubai, dari SDN Karanganyar 02, dan nulis lan maca aksara jawa putri, Callysta Afia A, dari SDN Karanganyar 02.
Upacara penutupan disampaikan oleh Korsatpen Kecamatan Tugu, Sri Hartati, S. Pd., M. Pd. pada kesempatan tersebut bu Tati menyampaikan bahwa sportifitas adalah poin utama dalam setiap lomba, karena selain ada unsur karakter juga sesuai dengan akhlak mulia dalam pencasila dan profil dimensi lulusan pembelajaran mendalam.
Selanjutnya korsatpen juga menyerahkan piala kepada masing masing pemenang dan semua peserta serta bapak ibu guru, baik yang juara atau belum terlihat senang dan gembira. (nur rakhmat/yd)