
SEMARANG, derapguru.com — Kecelakaan kerja dalam dunia industri sering terjadi. Korbannya tentu saja para pekerja di sektor ini. Oleh karena itulah, budaya safety first melalui program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perlu diberikan sejak dini.
Memahami kondisi ini, Tim KKN UPGRIS Palebon sengaja memprogramkan sosialisasi Program K3 karena di wilayahnya terdapat sekolah berbasis kejuruan. Program ini kemudian direalisasikan, Rabu 25 Februari 2026, di SMK Palebon Kota Semarang.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Sekolah ini diikuti dengan antusias oleh puluhan siswa. Fokus utama edukasi ini adalah menanamkan pentingnya prosedur keamanan kerja sebagai kompetensi dasar yang wajib dimiliki sebelum para siswa terjun ke Praktik Kerja Lapangan (PKL) maupun dunia kerja profesional.
Koordinator Program K3 KKN UPGRIS Palebon, Tegar Seto Yudistiro, menyampaikan kecelakaan kerja sering kali terjadi akibat kurangnya literasi mengenai risiko di lingkungan bengkel maupun pabrik. Maka dari itu, membekali anak didik dengan K3 sebelum berangkat magang kerja sangat penting untuk dilakukan.
“Kami ingin memastikan siswa SMK Palebon tidak hanya unggul dalam hard skill atau keterampilan teknis, tetapi juga memiliki karakter disiplin dalam menerapkan K3. Budaya safety first harus dimulai dari bangku sekolah,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Materi yang disampaikan meliputi: Standar Operasional Prosedur (SOP): Pentingnya patuh pada aturan di area kerja. Pengenalan APD: Fungsi dan cara penggunaan alat pelindung diri yang benar sesuai bidang keahlian, dan Mitigasi Risiko: Langkah awal yang harus diambil saat terjadi situasi darurat di lingkungan kerja.
“Semoga bisa membawa manfaat bagi anak-anak sekolah kejuruan yang akan segera mengikuti program magang,” ujar Tegar. (za)




